Kejagung Tahan Pejabat BPN

Lukman Diah Sari | 02 November 2017 12:29
Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Kejagung, Warih Sadono. Foto: ANT/Agus Bebeng
Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Kejagung, Warih Sadono. Foto: ANT/Agus Bebeng
Metrotvnews.com, Jakarta: Kejakaan Agung menahan pejabat eselon III Badan Pertanahan Nasional (BPN) berinisial P. Dia diduga menerima gratifikasi sebanyak Rp 6 miliar.
 
“Perkara penerimaan uang atau hadiah gratifikasi terkait kepengurusan sertifikat-sertifikat, surat-surat tanah di kantor BPN Jawa tengah, Sukoharjo,” kata Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Kejagung, Warih Sadono di Kejagung, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis 2 November 2017.
 
Warih mengatakan, pihaknya masih mendalami siapa pemberi suap terhadap P. Sebab, belum diketahui apakah si penyuap berniat menyuap atau karena mendapat tekanan dari P. “Bagaimana motif itu bagian pokok perkara, tapi jelas penerimaannya ada,” ujarnya.
 
Warih membeberkan, P menerima duit sejak periode 2006-2009 saat menjabat di BPN Semarang dan periode 2009-2011 saat menjabat di BPN sukoharjo. “Dan ini berlanjut terus,” ucapnya.
 
Kemudian, saat P menjabat sebagai Kepala Kantor BPN di Pekalongan pada 2011-2012, hingga selaku Kepala Kantor BPN Semarng 2012-2014. “Sudah menerima sejumlah uang, totalnya Rp6 miliar,” kata Warih.
 
Pelaku kini ditahan di Rutan Salemba cabang Kejaksaan Agung selama 20 hari ke depan. P dijerat Pasal 12 huruf a atau huruf b atau huruf 12 B atau 11 UU Tindak Pidana Korupsi.

(FZN )