YLKI: Otomatisasi Tol Gagal Hemat Waktu Transaksi

Antara | 02 November 2017 10:56
Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi--Metrotvnews.com/Faisal
Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi--Metrotvnews.com/Faisal
Metrotvnews.com, Jakarta: Otomatisasi di jalan tol menggunakan uang elektronik dinilai gagal menghemat waktu transaksi di gardu tol. Sebab, masih terlihat antrean pembayaran yang panjang di gardu tol.

"Pernyataan pengelola jalan tol bahwa otomatisasi bisa menghemat waktu transaksi di gardu tol 90 persen hingga 100 persen secara kasat mata tidak terbukti," kata Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi saat dihubungi di Jakarta, Kamis 2 November 2017.

Otomatisasi yang dimaksudkan untuk memangkas antrean kendaraan telah gagal. Apalagi, Tulus menilai banyak permasalahan yang terjadi dalam penerapan otomatisasi di jalan tol. Misalnya, alat pembaca kartu uang elektronik yang lambat membaca bahkan macet karena gagal membaca.

"Belum lagi masih banyak pengguna jalan tol yang belum terbiasa menggunakan uang elektronik. Sehingga memerlukan waktu lebih lama untuk menempel di mesin pembaca kartu," tuturnya.



Baca: Elektronifikasi Gardu Tol Jasa Marga Capai 88,2%

Karena itu, Tulus menilai penerapan otomatisasi di jalan tol dengan transaksi menggunakan uang elektronik tidak berdampak apa-apa bagi penguna jalan tol.

"Secara kasat mata, menggunakan uang elektronik atau membayar tol secara manual waktu transaksi yang diperlukan di gardu tol sama saja," katanya.

Baca: Akhir 2017, Pembayaran Tol Hanya Menerima Uang Elektronik

Penggunaan uang elektronik untuk transaksi di gardu tol telah diberlakukan sepenuhnya di ruas-ruas jalan tol. Di sejumlah gardu tol, sudah tidak terlihat lagi petugas pengumpul tol sebagaimana sebelum otomatisasi jalan tol diberlakukan. (YDH )