KPAI akan Temui Keluarga Pelaku dan Korban Perundungan di Pekayon

Indriyani Astuti | 02 November 2017 10:48
Komisioner KPAI bidang Pendidikan Retno Listyarti. (Foto: MI/Susanto)
Komisioner KPAI bidang Pendidikan Retno Listyarti. (Foto: MI/Susanto)
Metrotvnews.com, Jakarta: Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) akan menemui keluarga pelaku dan korban perundungan di Sekolah Dasar Negeri 13 Pekayon, Jakarta. Komisioner KPAI bidang Pendidikan Retno Listyarti mengatakan pihaknya menunggu hingga situasi tersebut mereda, dan mempertimbangkan sisi psikologis anak-anak.

Retno lebih lanjut menyatakan KPAI akan segera menemui Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta pada Senin, 6 November 2017. Pertemuan tersebut untuk membicarakan jaminan hak atas pendidikan ananda SB.

“Yang perlu dipikirkan sekarang adalah kondisi ananda SB yang sudah tidak masuk sekolah cukup lama. KPAI akan meminta sekolah membantu SB mengejar ketinggalan pelajarannya. Kalau mau pindah sekolah kan harus menunggu rapor semester ganjil yang akan dibagikan pada Desember nanti,”ujar Retno, Kamis 2 November 2017.

Baca: Dulu Dipanggil Ahok karena Ganteng, Kini Dirundung

Terkait rencana kepindahan sekolah ananda SB, Retno mengatakan KPAI akan meminta pihak sekolah dan Dinas pendidikan membantu.

“Pihak sekolah sudah menyatakan ke KPAI bahwa jika ananda SB masih mau bersekolah di SDN Pekayon. Sekolah menyambut dengan hangat dan jika ingin pindah, sekolah juga siap membantu," tuturnya.

Baca: Presiden: Stop Bullying!

Adapun mengenai kasus dugaan penusukan dengan pena oleh dua teman sekelas ananda SB telah diselesaikan melalui mediasi di Polsek Pasar Rebo pada selasa, 31 Oktober 2017 jam 19.00 wib.

"Namun, dari penelusuran KPAI di sekolah, saat penusukan dengan pena, sama sekali tidak ada pernyataan “bunuh bunuh” dari kedua anak pelaku. Mediasi dilakukan tanpa kehadiran anak-anak pelaku maupun anak korban, hanya dihadiri oleh orangtua masing-masih pihak," terang Retno.

Pasca-mediasi, KPAI akan menemui keluarga pelaku maupun keluarga korban untuk kepentingan pemulihan psikologis terhadap anak-anak. “Jika ada trauma healing terhadap anak pelaku maupun anak Koran maka KPAI akan membantu pemulihan psikologisnya dengan merujuk pada P2TP2A Jakarta,” ungkap Retno. (YDH )