Anies: Eks Pekerja Asing Alexis Bukan Urusan Saya

LB Ciputri Hutabarat | 02 November 2017 10:38
Gubernur dan Wagub DKI Anies Baswedan-Sandiaga Uno/ANT/Galih Pradipta
Gubernur dan Wagub DKI Anies Baswedan-Sandiaga Uno/ANT/Galih Pradipta
Metrotvnews.com, Jakarta: Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ogah mengomentari kelanjutan nasib eks pekerja asing griya pijat dan hotel Alexis. Anies hanya ingin mengurusi hal-hal berkaitan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

"Bukan urusan saya itu. Masa nanya ke saya? Kalau Anda tanya staf Pemprov, saya jawab," tegas Anies di kawasan Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Kamis 2 November 2017.

Anies menegaskan, Pemprov DKI tak bakal mengurusi nasib mereka. Ia juga enggan menjawab ketika diklarifikasi kebenaran banyaknya pekerja asing yang mencari nafkah di Alexis.

"Kalau itu Anda investigasi deh. Jangan saya," ujar Anies.

Sementara Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno memastikan eks pekerja Alexis ber-KTP DKI akan dibekali program One Kecamatan One Center of Entreprenuership (OK OCE). Mereka akan disalurkan ke hotel-hotel syariah di Ibu Kota.

"Rencananya menggagas beberapa kegiatan dengan program halal tourism. Salah satunya adalah bantu Pemprov DKI," jelas Sandi.

Baca: Sandi Janji 'Menjemput' Eks Pekerja Alexis

Sandi berkeinginan mengembangkan halal tourism di Jakarta. Ia tak ingin Jakarta kalah dengan negara maju lain.

"Perhotelan syariah sekarang booming. Bangkok, Kuala Lumpur, dan sekarang tumbuh di Seoul dan Tokyo. Jadi justru Jakarta enggak ketinggalan," ucap dia.

Dinas Penananman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PM-PTSP) DKI menolak proses perpanjangan permohonan Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDUP) griya pijat dan hotel yang diajukan PT Grand Ancol Hotel atau dikenal Alexis. Mulai 27 Oktober, Alexis dilarang melanjutkan kegiatannya dalam dua unit usaha itu.

Alexis mempertanyakan keputusan itu. Manajemen menyebut tak pernah merasa melakukan pelanggaran. Manejemen pun mengajak Pemprov DKI duduk bersama membahas polemik itu. Alexis siap menunjukkan bukti-bukti kelengkapan dokumen maupun hal lain.

Hotel dan griya pijat Alexis ditutup sementara per 31 Oktober 2017. Hampir 150 pekerja di griya pijat dan hotel harus dirumahkan. (OJE )