Tiga Upaya untuk Capai Potensi Ekonomi Indonesia

Eko Nordiansyah | 02 November 2017 10:36
Ilustrasi. (FOTO: MI/Angga Yuniar)
Ilustrasi. (FOTO: MI/Angga Yuniar)
Metrotvnews.com, Jakarta: The US Chamber of Commerce dan the American Chamber of Commerce in Indonesia (AmCham) menyampaikan tiga hal penting untuk dapat mencapai potensi ekonomi Indonesia.

Menurut laporan tersebut, ketiga hal yang harus ditekankan adalah strategi nasional yang jelas, investasi asing jangka panjang, dan pembangunan infrastruktur.

Dalam laporan berjudul 'The Big Picture: Indonesia's Partnership with US Investors', ada beberapa hal yang ditelaah. Di antaranya target adalah pembangunan ekonomi Indonesia, kebijakan-kebijakan yang diambil untuk mendukung target ini, dan kendala-kendala yang menghambat pencapaian target.

"Tidak ada yang meragukan potensi ekonomi Indonesia yang sangat besar. Namun kurangnya kebijakan yang mendukung, membuat Indonesia terkendala untuk merealisasikan potensi tersebut," kata Presiden AmCham Indonesia, Brian Arnold dalam pertemuan tahunan US-Indonesia Investment Summit, di Hotel Mandarin Oriental, Jakarta Pusat, Kamis 2 November 2017.

Dirinya menambahkan, Pemerintah Indonesia kerap menyatakan keinginan untuk menciptakan ekonomi yang terbuka. Namun pada kenyataannya masih banyak peraturan-peraturan yang dianggap membatasi kegiatan para investor, khususnya investor asing yang ingin menanamkan modalnya di Indonesia.




Selain itu, tambah dia, laporan ini juga menelaah target Indonesia untuk menjadi salah satu negara dengan ekonomi terbesar di dunia 20 tahun ke depan.

Dia menuturkan, untuk mencapai target tersebut, Indonesia memberikan perhatian besar terhadap upaya mengurangi ketergantungan terhadap komoditas dan pembangunan infrastruktur skala besar dalam berbagai bentuk, mulai dari jalan raya, pembangkit listrik, dan jaringan pita lebar.

Selama dua tahun terakhir, pemerintah juga telah menerbitkan 16 paket kebijakan reformasi ekonomi yang bertujuan untuk memperbaiki iklim usaha di Indonesia. Salah satu langkah yang diambil adalah mengeluarkan 35 sektor usaha dari Daftar Negatif Investasi (DNI).

"Salah satu hal yang secara terus menerus dikeluhkan oleh perusahaan adalah rencana investasi baru yang terkendala iklim investasi yang tidak pasti dan masalah compliance. Kendala ini menyebabkan pertumbuhan ekonomi yang lebih rendah dari yang ditargetkan," kata Direktur Senior US Chamber of Commerce untuk Asia Pasifik, John Goyer.

Menurut dia, iklim usaha yang konsisten akan meningkatkan minat investasi dari para investor, terutama dari Amerika Serikat ke Indonesia. Pada akhirnya kegiatan ini akan berdampak positif dengan meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia sebagaimana yang ditargetkan pemerintah.

Laporan ini menekankan pentingnya reformasi yang sistematis agar Indonesia dapat merealisasikan potensi ekonominya serta dapat menarik investasi asing yang dibutuhkan untuk mencapai tingkat pertumbuhan ekonomi enam hingga tujuh persen per tahun dari angka lima persen saat ini.

  (AHL )