Oktober 2017, DKI Jakarta Inflasi 0,06%

Eko Nordiansyah | 02 November 2017 10:20
Ilustrasi Jakarta. (FOTO: MI/Galih Pradipta)
Ilustrasi Jakarta. (FOTO: MI/Galih Pradipta)
Metrotvnews.com, Jakarta: Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan Provinsi DKI Jakarta mencatat inflasi di DKI Jakarta pada Oktober 2017 tetap terjaga.

Pada bulan ini inflasi tercatat sebesar 0,06 persen (mtm), sedikit lebih tinggi dari inflasi nasional 0,01 persen (mtm), namun pencapaian ini tetap lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata historis inflasi Oktober Ibu Kota dalam tiga tahun sebelumnya 0,20 persen (mtm).

"Dengan perkembangan ini, laju inflasi sejak awal 2017 mencapai 2,97 persen (ytd) atau 3,49 persen (yoy). Terjaganya inflasi Ibu Kota pada bulan ini didukung terkendalinya inflasi inti dan deflasi pada kelompok volatile food dan administered prices," kata Kepala KPw BI DKI Jakarta, Doni P. Joewono dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis 2 November 2017.

Kelompok volatile food pada Oktober 2017 kembali mengalami deflasi, terutama disebabkan oleh koreksi harga pada komoditas yang tergabung dalam subkelompok daging dan hasil-hasilnya.

Daging ayam ras dan daging sapi masing-masing mengalami penurunan harga, sebesar 3,73 persen (mtm) dan 3,70 persen (mtm) karena pasokan yang melimpah di tingkat produsen serta terbatasnya permintaan akan produk daging ayam dan daging sapi.

Beberapa komoditas pangan utama lainnya yang juga mengalami penurunan harga akibat pasokan yang melimpah, antara lain adalah telur ayam 2,84 persen (mtm) dan bawang merah 3,24 ersen (mtm). Adapun harga beras masih relatif terjaga sejak diberlakukannya kebijakan HET, walau saat ini mulai memasuki musim tanam.

Terkendalinya inflasi DKI Jakarta didukung oleh kelompok administered prices yang juga tercatat mengalami deflasi. Tidak adanya hari libur panjang, yang kerap dimanfaatkan masyarakat untuk bepergian, pada Oktober 2017 menjadi penyebab utama deflasi pada kelompok ini. Tarif angkutan udara dan tarif kereta api mengalami penurunan masing-masing sebesar 3,93 persen (mtm) dan 5,00 persen (mtm).

Dengan demikian, subkelompok transpor mengalami penurunan sebesar 0,49 persen (mtm). Harga energi yang tetap stabil juga turut berkontribusi terhadap deflasi kelompok administered prices. Walau demikian, deflasi kelompok administered prices sedikit tertahan oleh kenaikan harga rokok akibat penyesuaian tarif cukai sejak awal 2017.

Inflasi kelompok inti turut mendukung pencapaian inflasi Oktober 2017 relatif terjaga karena tidak adanya momen khusus yang mendorong permintaan berlebih selama bulan tersebut.

Beberapa komoditas utama yang tergabung dalam kelompok inti seperti harga sewa rumah dan kontrak rumah tidak mengalami perubahan, sedangkan harga emas perhiasan mengalami penurunan sebesar 0,06 persen (mtm).

Perkembangan harga komoditas-komoditas tersebut menahan kenaikan harga pada barang-barang yang tergabung pada subkelompok makanan jadi seperti nasi dengan lauk 1,43 persen (mtm) dan gado-gado 10,00 persen (mtm) akibat penyesuaian harga bahan baku, antara lain sayur-sayuran yang mengalami kenaikan harga sebesar 1,41 persen (mtm). (AHL )