Penguatan USD Diperkirakan Tekan Gerak Rupiah

Angga Bratadharma | 02 November 2017 09:32
Ilustrasi (MI/ROMMY PUJIANTO)
Ilustrasi (MI/ROMMY PUJIANTO)
Metrotvnews.com, Jakarta: Dolar Index mengalami peningkatan diiringi penguatan beberapa mata uang Asia dan di sisi lain gerak nilai tukar rupiah mengalami pelemahan. Dolar index menguat seiring positifnya sentimen pasar terhadap kemungkinan besar terpilihnya Jerome Powell sebagai kandidat Ketua the Fed yang baru.

"Di saat yang sama rupiah melemah 13 poin terhadap dolar Amerika Serikat (USD)," sebut Analis Samuel Sekuritas Ahmad Mikail, seperti dikutip dari riset hariannya, di Jakarta, Kamis 2 November 2017.

Penurunan imbal hasil obligasi AS mendorong penurunan imbal hasil obligasi pemerintah. Positifnya sentimen pasar terhadap kemungkinan terpilihnya Powell sebagai Ketua the Fed yang baru mendorong penurunan imbal hasil obligasi AS dan membantu penurunan imbal hasil obligasi pemerintah 10 tahun.

Di sisi lain, Wall Street membukukan kenaikan moderat pada akhir perdagangan Rabu waktu setempat (Kamis WIB), setelah Federal Reserve AS mempertahankan suku bunga acuannya dan memberikan pernyataan yang menggembirakan tentang ekonomi.

Bank sentral AS menunjukkan pertumbuhan ekonomi AS yang solid dan pasar tenaga kerja menguat, sementara mengesampingkan dampak badai baru-baru ini, sebuah tanda Fed berada di jalur untuk meningkatkan biaya pinjaman lagi pada Desember.

The Fed telah menaikkan suku bunga dua kali tahun ini, dan saat ini memproyeksikan satu kenaikan lagi pada akhir 2017, sebagai bagian dari pengetatan siklus yang dimulai pada akhir 2015. Di atas itu mengkonfirmasi harapan pasar bahwa bank sentral tidak akan menaikkan suku bunganya pada pertemuan ini.

Indeks Dow Jones Industrial Average naik 57,77 poin atau 0,25 persen menjadi ditutup pada 23.435,01 poin, indeks S&P 500 naik 4,1 poin atau 0,16 persen menjadi berakhir di 2.579,36 poin, dan Indeks Komposit Nasdaq ditutup turun 11,14 poin atau 0,17 persen menjadi 6.716,53 poin. (ABD )