Analis Harapkan Pelemahan Rupiah Bisa Tertahan

Dian Ihsan Siregar | 02 November 2017 09:16
Ilustrasi (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)
Ilustrasi (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)
Metrotvnews.com, Jakarta: Nilai tukar rupiah yang kembali melemah diharapkan bisa tertahan agar tidak terjatuh lebih dalam dan segera kembali mengalami penguatan. Hal itu diperkirakan bisa terjadi seiring masih adanya sentimen positif dari dalam negeri yang dapat menghalau sentimen negatif dari eksternal.

Sepanjang perdagangan Rabu 1 November 2017, mata uang rupiah mengalami pelemahan sebanyak 19 poin atau setara 0,14 persen ke posisi Rp13.582 per USD. Kondisi itu berbeda dibandingkan dengan perdagangan pagi di mana nilai tukar rupiah masih di posisi Rp13.571 per USD.

"Namun demikian, kuatnya pengaruh global terutama dari pergerakan USD membuat rupiah rentan terjadinya pelemahan," ucap A‎nalis Senior Binaartha Sekuritas Reza Priyambada‎, seperti dikutip dari riset hariannya, di Jakarta, Kamis 2 November 2017.

Reza menegaskan bahwa perlu tetap mewaspadai berbagai sentimen yang dapat kembali menahan potensi penguatan rupiah. "Gerak rupiah diperkirakan akan berada di kisaran support Rp13.601 per USD, sedangkan posisi resisten akan berada di Rp13.550 per USD," jelas Reza.

‎Menurut Reza, meski USD cenderung tertahan dan melemah terhadap sejumlah mata uang lainnya seiring penantian pasar terhadap pertemuan the Fed dan sejumlah sentimen di AS, terutama dengan adanya kisruh politik di pemerintahan Trump, tapi tidak membuat pergerakan rupiah dapat bertahan di zona hijau.

Bahkan, masih kata Reza, adanya rilis inflasi yang dinilai cukup rendah juga tidak terlalu memberikan dampak positif. Adanya persepsi di mana dengan rendahnya inflasi akan membuka ruang bagi BI untuk kembali menurunkan tingkat suku bunga acuannya.

"Kemungkinan membuat pergerakan rupiah kembali melemah di sepanjang hari kemarin," pungkas Reza. (ABD )