Data BPS Lambungkan Bursa ke Rekor Baru

| 02 November 2017 08:56
Ilustrasi. (FOTO: ANTARA/AKBAR NUGROHO GUMAY)
Ilustrasi. (FOTO: ANTARA/AKBAR NUGROHO GUMAY)
Metrotvnews.com, Jakarta: Data positif mengenai perekonomian Indonesia yang dilansir Badan Pusat Statistik (BPS) melambungan bursa ke level tertinggi barunya. Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup menguat 32,36 poin atau 0,53 persen menjadi 6.038,14.

Berdasarkan data BEI, level IHSG tertinggi sebelumnya berada di posisi 6.025 poin pada penutupan pasar 25 Oktober 2017.

Analis Indosurya Sekuritas William Surya Wijaya di Jakarta, kemarin, mengatakan data inflasi Oktober 2017 cukup terkendali, yang menunjukkan perekonomian domestik dalam posisi terkendali sehingga memicu investor kembali melakukan aksi beli saham.

"Inflasi yang terkendali itu semakin memperkuat kondisi perekonomian dalam keadaan stabil sehingga menopang IHSG," katanya.

Yang menarik bahwa dalam perdagangan kemarin investor asing mencatatkan jual bersih atau foreign net sell di pasar reguler sebesar Rp362,89 miliar. Dengan demikian, dapat diartikan bahwa investor domestik kembali menjadi motor utama dalam mendorong kenaikan IHSG.

Fundamen ekonomi nasional yang baik itu diharapkan dapat mendorong investor asing kembali melakukan aksi beli sehingga membuka ruang bagi IHSG untuk terapresiasi lebih tinggi. Frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 306.396 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 8,983 miliar lembar senilai Rp9,448 triliun.

Sebanyak 163 saham naik, 182 saham menurun, dan 120 saham tidak bergerak nilainya atau stagnan. Bursa regional, di antaranya indeks bursa Nikkei naik 408,47 poin (1,86 persen) ke 22.420,08, indeks Hang Seng menguat 348,52 poin (1,23 persen) ke 28.594,08, dan Straits Times menguat 17,53 poin (0,52 persen) ke posisi 3.391,61.




Volatilitas Rendah

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai secara umum kinerja industri pasar modal domestik sepanjang tahun ini mencatatkan penguatan dengan volatilitas yang relatif rendah.

"Memasuki akhir Oktober 2017, IHSG telah tumbuh sebesar 12,81 persen (year to date)," kata Deputi Komisioner Pengawas Pasar Modal II OJK Fakhri Hilmi di Jakarta.

Penguatan itu, lanjut dia, terutama ditopang masuknya investor domestik ke pasar modal di tengah kecenderungan jual oleh investor asing akibat dipengaruhi ketidakpastian global.

"Kondisi fundamental emiten yang membukukan kenaikan kinerja mendorong aktivitas investor domestik," ujarnya.

Sementara itu, lanjut dia, penghimpunan dana oleh kor-porasi melalui pasar modal pada triwulan ketiga 2017 juga menunjukkan peningkatan sebesar 63,3% menjadi Rp188 triliun. Peningkatan itu terutama didorong penghimpunan dana yang dilakukan lembaga jasa keuangan untuk membiayai modal kerja.

Ia menambahkan bahwa optimisme positif juga ditunjukkan industri reksa dana yang pada triwulan ketiga 2017 mencatatkan nilai aktiva bersih (NAB) naik 8,15 persen menjadi Rp414 triliun (quarter to quarter).

Pelaku pasar perlu terus mencermati ketidakpastian kebijakan ekonomi dan politik global yang terpantau tinggi hingga akhir 2017. (Media Indonesia) (AHL )