BPS Catat Pertumbuhan Produksi Manufaktur Masih Terjadi

Suci Sedya Utami | 02 November 2017 07:47
Gedung BPS (FOTO ANTARA/Andika Wahyu)
Gedung BPS (FOTO ANTARA/Andika Wahyu)
Metrotvnews.com, Jakarta: Badan Pusat Statistik BPS) mencatat adanya peningkatan pertumbuhan produksi manufaktur besar dan sedang sepanjang kuartal III-2017. Kenaikan juga terjadi jika dibandingkan dengan kuartal sebelumnya yakni sebanyak 2,7 persen.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, pertumbuhan tersebut lebih besar dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar 4,87 peren. Data BPS yang dikutip Kamis 2 November 2017 terungkap, kenaikan pertumbuhan ini mengindikasikan bahwa peningkatan produksi masih terjadi meski saat ini tengah diterpa isu penurunan daya beli.

Secara kuartal, kenaikan didominasi oleh industri di sekor minuman naik 7, 70 persen, disusul barang galian bukan logam naik 7,13 persen, kendaraan bermotor, trailer dan semi trailer naik 5,59 persen, makanan naik 4,99 persen, dan peralatan listrik 4,82 persen.

Adapun secara tahun ke tahun didominasi oleh sektor logam dasar 11,97 persen, makanan 9,24 persen, bahan kimia dan barang dari bahan kimia 9,30 persen, barang logam bukan mesin dan peralatannya naik 8,82 persen, serta percetakan dan reproduksi media rekaman 8,82 persen.

Sementara sektor yang mengalami penurunan produksi secara kuartal yakni farmasi, produk obat kimia da obat tradisional 1,12 persen, kulit barang dai kulit dan alas kaki 0,51 persen, kayu barang dari kayu dan gabus serta barang anyaman dari bambu rotan dan sebagainya 0,35 persen, dan pakaian jadi 0,04 persen.

Serta secara secara tahun ke tahun yang mengalami penurunan yakni pengolahan 4,88 persen, kertas dan barang dari kertas 2,73 persen, komputer barang elektronik dan optik 1,78 persen, barang galian bukan logam 1,42 persen serta kayu barang dari kayu dan gabus serta barang anyaman dari bambu rotan dan sebagainya 1,06 persen.

  (ABD )