KPU Mempersiapkan Jawaban atas Laporan Tujuh Parpol

| 02 November 2017 06:28
Komisioner Bawaslu dalam sidang dugaan pelanggaran administrasi parpol peserta pemilu, Rau 1 November 2017/MI/Susanto
Komisioner Bawaslu dalam sidang dugaan pelanggaran administrasi parpol peserta pemilu, Rau 1 November 2017/MI/Susanto
Metrotvnews.com, Jakarta: Komisi Pemilihan Umum (KPU) tak memiliki banyak waktu menyusun jawaban atas laporan tujuh parpol ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). Dalam sidang di Gedung Bawaslu, Ketua Majelis Abhan menolak permintaan Komisioner KPU Hasyim Asy'ari memberi tanggapan pada Senin 6 November.

Abhan yang awalnya meminta jawaban diberikan hari ini akhirnya memutuskan KPU menyampaikan tanggapan pada Jumat 3 November 2017.

"KPU akan jawab sesuai kemampuan. Artinya laporannya seperti apa, materinya apa, pokok perkaranya apa, alat bukti yang disampaikan apa, dalam laporan kan ada lampirannya, alat buktinya apa. KPU baru menerima semua pokok perkara, ya kita pelajari dulu," ucap Hasyim seperti dilansir Media Indonesia, Kamis 2 November 2017.

KPU harus menjawab tujuh laporan dugaan pelanggaran administrasi yang dilakukan KPU terkait pendaftaran calon parpol peserta pemilu 2019. Proses bakal dilanjutkan ke sidang pemeriksaan.

Ketujuh laporan yang memenuhi syarat formil dan materil itu diajukan Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) pimpinan Hendropriyono, Partai Islam, Damai, dan Aman (Idaman), Partai Bulan Bintang (PBB), Partai Bhinneka Indonesia, PKPI pimpinan Haris Sudarno, Partai Pengusaha dan Pekerja Indonesia, dan Partai Republik.

Dalam sidang yang di-pimpin Ketua Bawaslu Abhan, mayoritas pelapor mengeluhkan soal Sistem Informasi Partai Politik (Sipol). Selain tidak tersosialisasi dengan baik, Sipol juga sering kali mengalami gangguan. Pelapor juga mempersoalkan jangka waktu yang singkat dalam memasukkan data ke Sipol. (OJE )