Evaluasi Susy Susanti atas Performa Atlet Indonesia di Prancis dan Denmark

Kautsar Halim | 01 November 2017 19:03
Susy Susanti. (Foto: Humas PBSI)
Susy Susanti. (Foto: Humas PBSI)
Metrotvnews.com, Jakarta: Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi (Kabid Binpres) PP PBSI, Susy Susanti, punya penilaian berbeda terhadap performa para pebulu tangkis Indonesia di ajang Denmark Open Super Series Premier 2017 dan French Open Super Series 2017. Ia mengaku bangga dengan pencapaian dari sektor ganda putri, namun masih kurang senang dengan prestasi para pemain tunggal putra dan putri.

Dua pekan lalu, ada turnamen Denmark Open Super Series Premier 2017 yang mana Indonesia menempatkan satu finalis lewat Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon dan dua semifinalis melalui ganda campuran Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir dan ganda putra Angga Pratama/Ricky Karanda Suwardi.

Namun, Indonesia masih gagal meraih satupun gelar juara lantaran Kevin/Marcus ditaklukkan wakil Tiongkok Zhang Nan/Liu Yuchen pada babak final dengan skor 16-21, 24-22, 19-21. Sementara itu, Tontowi/Liliyan dan Angga/Ricky harus terhempas saat melakoni semifinal.


Klik: Modal Penting Owi/Butet Menuju Super Series Finals 2017


Sekitar seminggu kemudian, para pebulu tangkis Indonesia berhasil tampil lebih baik dengan menyumbang dua gelar juara di ajang French Open Super Series 2017. Gelar itu didapat lewat Greysia Polii/Apriyani Rahayu yang tampil di nomor ganda putri dan Tontowi/Liliyana yang bermain di nomor ganda campuran.

Sejatinya, Greysia/Apriyani tampil dengan status pemain nonunggulan ketika melakoni French Open Super Series 2017. Namun keduanya berhasil membuat kejutan dengan menaklukkan para pebulutangkis unggulan dari Jepang, Tiongkok dan Korea Selatan.

Titel juara dipastikan Greysia/Apriyani setelah menumbangkan Lee So Hee/Shin Seung Chan (Korea) dengan skor, 21-17 dan 21-15 pada pada fase final. Sementara, Tontowi/Liliyana berhasil mengikuti jejak Greysia/Apriyani setelah menaklukkan unggulan pertama asal Tiongkok, Zheng Siwei/Chen Qingchen, dengan skor 22-20, 21-15.

“Hasil di Denmark dan Prancis sangat baik karena kami mampu merebut dua gelar superseries. Terlebih lagi, sektor ganda putri  sudah 20 tahun tidak juara di Prancis," kata Susy dalam rilis Humas PBSI yang diterima Metrotvnews.com, Rabu (1/11/2017).

"Semoga hasil ini memberi semangat baru dan menular ke atlet sektor lain agar mau memacu diri dan bekerja keras demi menghasilkan prestasi terbaik di kejuaraan-kejuaraan penting lainnya," tambah legenda tunggal putri Tanah Air tersebut.


Klik: Greysia/Apriani Juarai French Open 2017


Dijelaskan lebih lanjut oleh Susy, performa para pebulu tangkis Indonesia dari sektor ganda campuran, ganda putra dan ganda putri sudah menunjukkan progres yang positif. Namun, katanya, sektor tunggal putra dan putri masih perlu lebih konsisten lagi ketika melakoni turnamen.

“Tunggal putra dan tunggal putri masih belum konsisten. Mereka harus lebih fokus lagi saat menghadapi setiap lawan dan punya persiapan lebih baik ketika menghadapi lawan yang berbeda," papar Susy.

"Untuk tunggal putri, kami memang masih harus kerja keras lagi agar bisa masuk dalam ranking elit dunia. Kami usahakan itu sudah bisa tercapai dalam kurun waktu satu-dua tahun mendatang,” tambahnya menutup.

Usai dua turnamen di Eropa, para pebulu tangkis Indonesia langsung dipersiapkan untuk mengikuti ajang China Open Super Series Premier 2017 dan Hong Kong Open Super Series 2017. Dua event tersebut sangat penting karena raihan poinnya bisa mempengaruhi kesempatan untuk tampil di ajang BWF Final Super Series 2017.

  (ACF )