CPO Berpotensi Naik Akibat Pelemahan Ringgit

| 01 November 2017 15:56
Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Wahyu Putro)
Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Wahyu Putro)
Metrotvnews.com, Jakarta: Harga crude palm oil (CPO) berpotensi menguat pada perdagangan Rabu 1 November setelah dibuka lebih tinggi di level 2.827 ringgit per ton. Seiring investor yang mempertimbangkan data ekspor serta melemahnya mata uang ringgit.

Mengutip analisa Tim Monex Investindo Futures, Rabu 1 November 2017, kemarin harga CPO ditutup melemah sebesar 0,9 persen di level 2.815 setelah sempat membukukan penurunan persentase terbesar harian dalam tiga pekan karena kejatuhan harga minyak nabati lainnya. Kontrak minyak kedelai untuk Desember di CBOT turun 0,2 persen, sementara itu kontrak minyak kedelai periode Januari di Dalian juga menunjukkan penurunan 0,3 persen.

Perusahaan Intertek Testing Services melaporkan bahwa jumlah pengirman CPO Malaysia untuk Oktober naik 2,5 persen dari bulan sebelumnya. Sementara itu dari perusahaan Societe Generale ew Surveillance juga menunjukkan kenaikan ekspor sebesar 2,3 persen untuk periode yang sama.

Pergerakan ringgit pada pukul 10.52 WIB terpantau berada di level 4,2320 per USD atau melemah sekitar 0,1 persen. Ringgit yang melemah akan membuat harga CPO menjadi lebih murah untuk pemilik mata uang lainnya.

Sementara untuk sisi teknikalnya, level resisten terdekat terlihat di area 2.830, menembus ke atas dari zona tersebut dapat memicu kenaikan lebih lanjut untuk menguji ke level 2.860. Sementara itu untuk level support terdekat berada di area 2.800, menembus ke bawah dari level tersebut dapat mendorong harga untuk bergerak lebih rendah menargetkan support di 2.770. (AHL )