Usai IPO, M Cash Bakal Tambah 4.000 Kios di 2018

Dian Ihsan Siregar | 01 November 2017 15:08
Ilustrasi. (FOTO: ANTARA/Yudhi Mahatma)
Ilustrasi. (FOTO: ANTARA/Yudhi Mahatma)
Metrotvnews.com, Jakarta: Setelah IPO, PT M Cash Integrasi Tbk (MCAS) memiliki target bisa menambah 4.000 kios baru di 2018. Tak tanggung-tanggung, perusahaan mengklaim bisa menambah 10 ribu kios hingga 2020.

"Kurang lebih di 2018 kita ekspektasi tambah 3.000 lagi. Jadi kita punya beberapa jenis kios dan yang paling lengkap itu range-nya antara Rp40 juta-Rp50 juta itu sudah lengkap dengan MCI reader, direct catcher, mesin kita juga bisa terima uang tunai," kata Head of Investor Relation Stanley Tjiandra, ditemui di Gedung BEI, SCBD Sudirman, Jakarta, Rabu 1 November 2017.

Stanley menuturkan, tahun depan perusahaan otomatis bakal berfokus di Jawa untuk kemudian juga sudah ada di Samarinda dan Denpasar. Karena, perseroan membidik kios tak hanya di Jabodetabek saja, tetapi juga di luar Jawa.

"Kalau sekarang bisa dilihat ada di ritel seperti Ranch Market, Hypermart, dan lain-lain. Kita menjual atau mendistribusikan produk-produk digital yang dan bentuk fisiknya berupa kartu bisa e-money, simcard kemudian produk digitalnya ada top up pulsa," sebut dia.

Seperti diketahui, M Cash Integrasi resmi menjadi emiten dengan melepas saham sebanyak-banyaknya 216.983.300 saham di harga Rp1.385 per saham. Pada saat pencatatan, saham perusahaan langsung naik 49 persen ke level Rp2.070 per saham.

Perusahaan akan meraup dana segar lebih dari Rp300 miliar‎ dari proses hajatan IPO tersebut. Dana segar dari hasil IPO setelah dikurangi biaya emisi, sebesar 60 persen akan digunakan perseroan untuk peningkatan modal kerja.

Kemudian, sebesar 30 persen untuk meningkatkan teknologi informasi, pembelian hardware dari pihak ketiga, dan software yang berkaitan dengan komunikasi. Sedangkan sisanya 10 persen akan dialokasikan untuk pengembangan dan pembinaan sumber daya manusia (SDM)‎.

"Melalui IPO MCAS, kami akan perluas jangkauan KIOS digital kami ke seluruh lapisan masyarakat," pungkas Martin. (AHL )