Disumbang Cabai Merah & Beras, Inflasi Oktober 0,01%

Suci Sedya Utami | 01 November 2017 11:59
Kepala BPS Suhariyanto. (FOTO: MTVN/Husen Miftahudin)
Kepala BPS Suhariyanto. (FOTO: MTVN/Husen Miftahudin)
Merotvnews.com, Jakarta: Badan Pusat Statitik (BPS) merilis inflasi di Oktober 2017 tercatat sebesar 0,01 persen. Inflasi ini secara umum dipengaruhi oleh cabai merah dan beras.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan secara year on year inflasi tercatat 3,58 persen sementara inflasi tahun kalender 2017 tercatat 2,67 persen. Sehingga diperkirakan target akhir tahun 4,3 persen bahkan diproyeksi akan berada di bawah empat persen bisa dicapai.

"Inflasi 0,01 persen ini sangat stabil sejalan dengan target," kata Suhariyanto di kantor pusat BPS, Jakarta Pusat, Rabu 1 November 2017.

Suhariyanto merinci, dari kelompok pengeluaran bahan makanan mengalami deflasi 0,45 sehingga andil terhadap inflasi Oktober yakni -0,09 persen. Dirinya mengungkapkan, banyak komoditas yang mengalami penurunan harga di antaranya daging ayam ras, bawang merah, bawang putih, ikan segar, cabai rawit, dan kentang.

"Yang jadi perhatian ada yang masih memberi andil pada inflasi yakni cabai merah dan beras," ujar Suhariyanto.

Menurut dia, untuk kelompok pengeluaran makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau mengalami inflasi 0,28 persen dengan andil 0,05 persen di antaranya berasal dari mi, nasi, lauk pauk dan rokok kretek.

Selanjutnya kelompok perumahan, listrik, gas dan bahan bakar mengalami inflasi 0,18 persen dengan andil 0,05 persen disumbang dari tarif listrik yang diatur oleh pemda di Batam untuk golongan 1.300 VA dan 200 VA.

Kelompok sandang mengalami inflasi 0,18 persen dengan andil 0,01 persen. Kemudian kelompok kesehatan mengalami inflasi 0,21 persen dengan andil 0,01 persen. Kelompok pendidikan mengalami inflasi 0,16 persen dengan andil 0,02 persen. Serta kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan mengalami deflasi 0,13 dengan andil -0,03 persen.

Berdasar data tersebut bisa disimpulkan harga bergejolak atau volatile food mengalami deflasi 0,53 persen, lalu harga yang diatur pemerintah atau administer price mengalami deflasi 0,01 persen. Sementara inflasi inti tercatat 0,17 persen

Adapun dari 82 kota IHK 44 kota alami inflasi dan 38 kota mengalami inflasi. Adapun inflasi tertinggi berada di Tual 1,05 persen, terendah di Cilegon 0,01persen. Sedangkan deflasi tertinggi di Palu 1,31 persen dan deflasi terendah di Palopa 0,01 persen. (AHL )