Pengakuan Pelaku Mutilasi Terhadap 9 Warga Jepang

Marcheilla Ariesta | 01 November 2017 11:30
Ilustrasi: Metrotvnews.com
Ilustrasi: Metrotvnews.com
Metrotvnews.com, Tokyo: Polisi Jepang mengatakan Takahiro Shiraishi mengakui perbuatannya membunuh dan memutilasi orang. 
 
Pengakuannya diucapkan kala polisi menemukan bagian tubuh terpotong di sebuah pendingin yang ditutupi kotoran kucing di apartemen pria itu.
 
(Baca: Kasus Mutilasi Keji Terungkap di Jepang).
 
"Saya membunuh dan memotong-motong tubuh dan memasukkannya ke dalam kotak pendingin dengan kotoran kucing untuk menyembunyikan bukti," ujar Takahiro menurut polisi, seperti dilansir dari laman Asian Correspondent, Rabu 1 November 2017.
 
Pernyataan Takahiro ini dibeberkan seorang juru bicara polisi. Sementara itu, polisi tidak berkomentar mengenai delapan mayat lainnya yang dilaporkan ditemukan dalam apartemen pria tersebut.
 
Mengutip sumber polisi, Asahi TV melaporkan tiga kotak pendingin dan lima kontainer ditemukan di kamar Takahiro. Kotak tersebut berisi kepala manusia dan tulang-tulang.
 
Kepolisian Jepang menemukan sembilan jasad, termasuk dua diantaranya yang ditemukan tanpa kepala.
 
Dua kepala yang tersebut kemudian ditemukan berada di kotak pendingin, di sebuah apartemen kecil di wilayah pinggiran kota Tokyo.
 
"Saat ini polisi sudah menangkap Takahiro Shiraishi. Pria berusia 27 tahun itu tinggal di sebuah apertemen di wilayah Zama, sebelah selatan Tokyo," sebut NHK.
 
Namun pihak kepolisian tidak memberikan konfirmasi penangkapan itu. Mereka juga tidak bisa menjelaskan status dari Shiraishi.
 
Pihak berwenang pun tengah menyelidiki hilangnya perempuan berusia 23 tahun. Mereka kemudian menemukan adanya kaitan antara perempuan yang hilang itu dengan Shiraishi.
(FJR )