Likuiditas Terjaga, Simpanan Perbankan Capai Rp522 Triliun

Suci Sedya Utami | 01 November 2017 05:01
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (AFP PHOTO/PRAKASH SINGH)
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (AFP PHOTO/PRAKASH SINGH)
Metrotvnews.com, Jakarta: Para pemangku kebijakan yang tergabung dalam Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) menyatakan likuiditas keuangan dalam negeri berada di kondisi terjaga. Hal semacam ini diharapkan memberi efek positif terhadap pergerakan ekonomi di masa yang akan datang.

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (DK-OJK) Wimboh Santoso yang merupakan salah satu  Anggota KSSK mengatakan, hal tersebut ditandai dengan simpanan dana perbankan yang terus menerus meningkat setiap waktu.

"Dana perbankan yang tersimpan di kasnya dia, di Bank Indonesia itu sekitar Rp522 triliun dan kecenderungannya meningkat setiap waktu," kata Wimboh, dalam konferensi pers triwulanan KSSK, di Kantor Pusat Ditjen Pajak, Jakarta Selatan, Selasa malam 31 Oktober 2017.

Dalam kesempatan tersebut, Anggota KSSK lainnya, Gubernur Bank Indonesia Agus DW Martowardojo mengatakan, saat ini likuiditas cukup longgar, bahkan hingga akhit tahun kondisinya tetap terjaga. Dirinya memandang, hal itu juga ditandai dari penerimaan negara termasuk didalamnya penerimaan pajak yang membaik.

"Jadi kita melihat bahwa di akhir 2017, masalah likuiditas tetap akan terjaga," ujar Agus.

Sementara itu, Ketua KSSK, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, sejak September bank sentral telah mewanti-wanti dan mengantisipasi adanya potensi kenaikan suku bunga AS, sehingga bisa memberikan gambaran bagi pemerintah dalam mengeksekusi operasi belanja dan juga pembiayaan agar tidak muncul crowding out (potensi naiknya suku bunga riil yang malah bisa mengurangi investasi).

"Dari September bank sentral sudah mengantisipasi, sehingga operasi dari pemerintah diharapkan tidak mempengaruhi. Bahkan pemerintah melakukan deficit financing sehingga mustinya tidak crowding out. BI dengan penurunan suku bunga juga memberikan likuiditas yang jauh memadai," pungkas Ani. (ABD )