Myanmar Panen Padi dari Sawah yang Ditinggalkan Rohingya

Willy Haryono | 28 Oktober 2017 18:42
Foto udara memperlihatkan areal persawahan di Myanmar utara, 27 September 2017. (Foto: AFP/YE AUNG THU)
Foto udara memperlihatkan areal persawahan di Myanmar utara, 27 September 2017. (Foto: AFP/YE AUNG THU)
Metrotvnews.com, Rakhine: Pemerintah Myanmar mulai memanen padi dari areal persawahan yang ditinggalkan etnis Muslim Rohingya terkait krisis terbaru di Rakhine, Sabtu 28 Oktober 2017. Langkah ini semakin meningkatkan kekhawatiran mengenai harapan bagi ratusan ribu Rohingya untuk pulang ke kampung halaman mereka. 

Banyak areal persawahan di Rakhine kosong setelah terjadinya eksodus pada akhir Agustus. Krisis terbaru di Rakhine dipicu serangan kelompok militan Arakan Rohingya Salvation Army atau ARSA yang menyerang sejumlah pos polisi. 

Militer Myanmar merespons serangan itu dengan operasi perburuan militan, yang berimbas buruk pada masyarakat sipil. 

Menurut keterangan media lokal, pemerintah Myanmar mulai memanen padi dari areal persawahan seluas 71 ribu hektare di Maungdaw. 

"Kami mulai memaneh hari ini di desa Myo Thu Gyi," ucap Thein Wai, Kepala Departemen Pertanian Maungdaw, kepada AFP. "Kami akan terus memanen padi dari sawah milik Bengali yang lari ke Bangladesh," lanjut dia. 

Selama ini, pemerintah Myanmar menolak menyebut istilah "Rohingya" dan hanya menggunakan "Bengali." Myanmar menganggap Rohingya sebagai imigran gelap dari Bangladesh.

Thein Wai mengaku belum tahu apa yang akan dilakukan pemerintah terhadap padi milik Rohingya. 

Sebelumnya, pemimpin de facto Myanmar Aung San Suu Kyi mengatakan bersedia menerima kembali Rohingya ke Rakhine. Namun detail dari rencana ini masih belum jelas, salah satunya mengenai apakah semua Rohingya akan diterima atau tidak.

  (WIL )