Perlu Inovasi Mengimbangi Masifnya Pembangunan Infrastruktur

Lis Pratiwi | 14 September 2017 17:00
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono di acara Concrete Show South East Asia Construction Indonesia 2017 di Jakarta International Expo, Kemayoran, Jakarta. Foto: Biro komunikasi publik Kementerian PUPR.
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono di acara Concrete Show South East Asia Construction Indonesia 2017 di Jakarta International Expo, Kemayoran, Jakarta. Foto: Biro komunikasi publik Kementerian PUPR.
Metrotvnews.com, Jakarta: Masifnya pembangunan infrastruktur yang dilakukan pemerintah di berbagai daerah mendorong peningkatan prospek bisnis di sektor ini. Persaingan dan kebutuhan ini mendorong pelaku usaha untuk menelurkan produk yang inovatif.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan salah satu material paling dibutuhkan adalah beton. Teknologi beton dituntut lebih mudah dikerjakan, lebih kuat, lebih awet, namun tetap ekonomis dan ramah lingkungan.

"Demikian juga teknologi material tambahan dan bahan campuran lainnya, dituntut lebih baik," kata Basuki pada acara Concrete Show South East Asia Construction Indonesia 2017 di Jakarta International Expo, Kemayoran, Jakarta, Kamis 14 September 2017.

Untuk mendorong industri pracetak beton nasional, Basuki akan mengatur agar Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sektor konstruksi dapat bersinergi dengan mitra. Baik itu dengan kontraktor maupun produsen beton pracetak.

Basuki menambahkan, Pemerintah juga terus meningkatkan investasi swasta di sektor infrastruktur. Ia melihat minat investor swasta untuk ikut mendanai pembangunan infrastruktur seperti jalan tol cukup baik. Jadi, tak selalu bertumpu pada BUMN.

"Peran swasta sangat penting. Apalagi dengan adanya keterbatasan anggaran pemerintah. Swasta punya peran penting mendorong agar ketertinggalan ekonomi dengan negara lain bisa terus terpangkas," ujarnya.

Guna meningkatkan bisnis infrastruktur di Indonesia, pemerintah turut berpartisipasi dalam pameran konstruksi internasional yang tengah berlangsung di JIC.

Baca: Stigma Indonesia Darurat Utang Dinilai Isu Terstruktur

Menurut Basuki, pameran ini merupakan platform tepat bagi para pemain di industri beton, konstruksi, pertambangan, energi migas, dan kemaritiman. Baik itu pemain dari Indonesia maupun di kawasan Asia Tenggara.

"Pameran ini bisa menjadi gambaran optimisme bisnis infrastruktur di Indonesia yang punya prospek baik di masa depan," ujarnya.

Kementerian PUPR mendapat alokasi anggaran hingga Rp106,91 triliun atau terbesar di antara kementerian lain. Berbagai program yang tengah dibangun pemerintah antara lain pembangunan jalan dan jembatan, jalan tol, program satu juta rumah, 65 bendungan, irigasi, jaringan air minum perpipaan, dan pengolahan sampah.

(UWA )