Aturan Wajib Garasi Pemilik Mobil Sulit Diterapkan di Rusunami

Whisnu Mardiansyah | 14 September 2017 16:43
Ilustrasi--Bidara Cina, Jalan Otista Raya, Jakarta Timur--Antara/Hafidz Mubarak A.
Ilustrasi--Bidara Cina, Jalan Otista Raya, Jakarta Timur--Antara/Hafidz Mubarak A.
Metrotvnews.com, Jakarta: Aturan wajib garasi bagi pemilik mobil sulit diwujudkan di Rumah Susun Sederhana Milik (rusunami). Alasannya, karena lahan di rusunami yang minim.

Pembangunan rusunami tidak dikonsepkan parkir satu mobil untuk satu lahan. Berbeda dengan apartemen atau rumah susun mewah yang memiliki parkir basement. "Rusunami itu rasio parkirnya 1:10 (satu lahan parkir untuk 10 unit rusun)," kata Kepala Bidang Pembinaan dan Peran Serta Masyarakat DPGP Meli Budiastuti di Rusunami Bidara Cina, Jalan Otista Raya, Jakarta Timur, Kamis 14 September 2017.

Sebagai contoh, Rusunami Bidara Cina memiliki 688 unit. Menurutnya, tak mungkin menyediakan lahan parkir dengan perbandingan unit Rusun sebanyak itu.

Baca: Komentar Dirlantas Soal Pemilik Mobil Wajib Punya Garasi

Ditambah lagi, banyak pemilik rusun yang berpindah tangan dengan penghuni baru yang memiliki kendaraan roda empat. "Ini tidak berlaku untuk rusun sederhana," ujarnya.

Namun, ia menambahkan tidak menutup kemungkinan lahan bekas hunian liar akan difungsikan sebagai lahan parkir. Itu semua tergantung kepada kesepakatan penghuni rusun lainnya. "Bisa saja ini dijadikan lahan parkir. Terpaksa dikelola oleh Pemda oleh UPT perparkiran," jelasnya.

Baca: Wajib Garasi untuk Penertiban STNK Masih Dibahas dengan Polda Metro

Salah satu pemilik mobil di Rusunami Bidara Cina, Dasrizal mengaku keberatan jika aturan ini dibebankan pula kepada penghuni rusunami. Pasalnya, sebagai penghuni sudah dibebankan biaya parkir bulanan. "Kita sudah bayar parkir bulanan, masak harus punya garasi juga," keluhnya.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan menerapkan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 5 Tahun 2014 tentang Transportasi. Pasal 140 mewajibkan warga pemilik kendaraan roda empat wajib memiliki garasi.
 
Warga yang ingin perpanjangan, mutasi dan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) wajib melampirkan surat keterangan kepemilikan garasi. Surat itu dikeluarkan kelurahan. (YDH )