BNN Sebut PCC Berkategori Obat Keras

Whisnu Mardiansyah | 14 September 2017 14:06
Ilustrasi/Metrotvnews.com-M Rizal
Ilustrasi/Metrotvnews.com-M Rizal
Metrotvnews.com, Jakarta: Badan Narkotika Nasional (BNN) menyatakan obat jenis PCC yang dikonsumsi sejumlah anak-anak di Kendari, Sulawesi Tenggara, masuk kategori obat-obatan keras. Dari itu, peredarannya tidak boleh sembarangan dan dibatasi.

Deputi Pemberantasan BNN Irjen Arman Depari menjelaskan obat jenis PCC biasa diperuntukan bagi obat peredam rasa sakit atau pain killer. Bahkan, sebagian obat ini juga diperuntukan bagi penyakit jantung.

"Tentu ini tidak bisa dikonsumsi sembarangan. Harus dengan izin, harus dengan resep dokter," kata Arman di kantor BNN, Jalan M.T. Haryono, Cawang, Jakarta Timur, Kamis 14 September 2017.

Jenderal bintang dua itu mengakui, meski bukan bagian dari jenis narkotika, PCC sangat dibatasi peredarannya. Namun, ia menyayangkan obat jenis ini beredar luas dengan harga Rp20-25 ribu per butir.

"Ini yang sedang kita kembangkan. Memang kandungan obat ini bukan merupakan narkotik," ujarnya.

Baca: 13 Anak Dirawat di RSJ Kendari setelah Minum Obat

Ia membantah kabar yang beredar di masyarakat jika anak-anak di Kendari sekarat akibat mengonsumsi narkoba jenis flakka.

"Flakka itu sangat berbeda dengan kandungan zat atau obat-obat yang ada di pil PCC," kata dia.

Sebelumnya, puluhan anak dirawat di Rumah Sakit Jiwa Kendari. Mereka diduga mengalami gangguan mental setelah kelebihan atau overdosis mengonsumsi obat terlarang jenis PCC. (UWA )