Perpustakaan Nasional Digagas Sejak Presiden Soekarno

Achmad Zulfikar Fazli | 14 September 2017 14:01
Presiden Jokowi--Antara/Cahyo
Presiden Jokowi--Antara/Cahyo
Metrotvnews.com, Jakarta: Presiden Joko Widodo sangat antusias meresmikan Gedung Layanan Perpustakaan Nasional. Pasalnya, pembangunan layanan perpustakaan ini sudah dicita-citakan sejak Presiden Soekarno untuk membangun masa depan anak bangsa.

"Saat saya mendapatkan laporan akan ada acara peresmian Gedung Perpusnas Republik Indonesia. Saat itu juga saya sampaikan saya mau datang," kata Presiden saat sambutan dalam persemian Gedung Layanan Perpustakaan Nasional, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis 14 September 2017.

Jokowi antusias karena ingin melihat langsung Perpusnas Republik Indonesia mempersiapkan diri untuk masa depan.

Baca: Presiden Meresmikan Gedung Layanan Perpusnas

Meski sudah 65 tahun gagasan ini muncul, namun tak kunjung terealisasikan. Kini bangunan layanan perpusnas telah berdiri di atas lahan seluas 11.975 meter persegi dengan luas bangunan 50.917 meter persegi.

Pemerintah hanya butuh waktu dua tahun enam bulan untuk mewujudkan perpusnas yang baik. "Alhamdulillah, meskipun saya belum masuk, saya lihat luarnya saja saya berani komentar sangat baik," pungkas dia.

Gedung Layanan Perpusnas ini memiliki tinggi 126,3 meter atau 27 lantai. Bangunan ini dirancang dengan konsep green building.

Pembangunan gedung ini menggunakan anggaran multi years tahun 2013-2016, yang menelan biaya Rp465.207.300.000.

Gedung ini memiliki berbagai fasilitas. Antara lain ruang layanan keanggotaan perpustakaan nasional, ruang teater, ruang zona promosi budaya baca, data center. Selain itu ada layanan anak, lansia dan disabilitas, layanan koleksi buku langka hingga layanan multimedia. (YDH )