Mantan Dirut Inalum Turun Jabatan jadi Direktur SDM Pupuk Indonesia

Annisa ayu artanti | 14 September 2017 11:31
Winardi, mantan Dirut Inalum yang diangkat menjadi Direktur SDM Pupuk Indonesia. (FOTO: MTVN/Annisa Ayu)
Winardi, mantan Dirut Inalum yang diangkat menjadi Direktur SDM Pupuk Indonesia. (FOTO: MTVN/Annisa Ayu)
Metrotvnews.com, Jakarta: Kementerian Badan Usaha Milik Negara mengeluarkan Surat Keputusan (SK) 196/MBU/09/2017 mengenai Pemberhentian dan Pengangkatan Anggota-Anggota Direksi PT Pupuk Indonesia (Persero). Dalam SK tersebut mengangkat Winardi Sunoto yang dahulu Direktur Utama PT Indonesia Asahan Aluminum (Inalum) menjadi Direktur SDM dan Tata Kelola Pupuk Indonesia.

Direktur Utama Pupuk Indonesia, Aas Asikin Idat menjelaskan, sehubung berakhirnya masa jabatan Koeshartono sebagai Direktur Pemasaran pada 29 Agustus 2017, maka SK Menteri BUMN menetapkan Achmad Tossin Sutawikara yang sebelumnya Direktur SDM dan Tata Kelola menjadi Direktur Pemasaran. Sementara Direktur SDM dan Tata Kelola yang koaong diisi oleh Winardi, mantan Dirut Inalum.

"Jadi, Direktur Pemasaran itu Koeshartono. Dia pensiun. Kekosongan itu diisi oleh Achmad Tossin. Pak Tossin jadi direktur pemasaran. Nah, tempat Pak Tossin itu masuk Winardi," kata Aas saat ditemui di Kantor Kementerian BUMN, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis 14 September 2017.

Aas juga mengungkapkan, berharap dengan diangkatnya Direktur SDM dan tata Kelola yang baru dapat menambah kekuatan Pupuk Indonesia.

"Kami mengucapkan selamat atas jabatan baru ini. Kami harapkan semua direksi dapat bekerja sama dengan bai dan menambah kekuatan Pupuk Indonesia," ucap Aas.

Dalam rilis Kementerian BUMN, Deputi Bidang Usaha Agro dan Farmasi Kementerian BUMN, Wahyu Kuncoro berharap direksi Pupuk Indonesia yang baru bisa membantu memecahkan permasalahan-permasalahan di Industri Pupuk, terutama terkait dengan kemampuan bersaing industri pupuk.

"Kami harapkan semua direksi dapat bekerja sama dengan baik dan Direktur Utama Pupuk Indonesia agar bisa segera mengharmonisasi tim agar Pupuk Indonesia bisa segera keluar dari permasalahan yang ada," tambah Wahyu.

  (AHL )