Polisi Selidiki Penembakan Bus Karyawan Freeport

Antara, Fauzan Hilal | 14 September 2017 09:03
Karyawan Freeport maniki bus. Foto: Antara/Spedy Paereng
Karyawan Freeport maniki bus. Foto: Antara/Spedy Paereng
Metrotvnews.com, Timika: Kepolisian Resor Mimika, Papua menyelidiki kasus penembakan bus karyawan milik PT Freeport Indonesia saat perjalanan dari Tembagapura menuju Terminal Gorong-gorong Timika, Selasa 12 September 2017.
 
Kasat Reskrim Polres Mimika, AKP Dionisius VD Paron Helan, mengatakan, sisi kanan bus bernomor lambung 140346 itu ditemukan dua lubang bekas tembakan peluru tajam. Kasus tersebut dilaporkan karyawan perusahaan subkontraktor Freeport bernama Fadly Go.

Baca: Insiden Penembakan Mobil Freeport Belum Terungkap

"Kami belum bisa memastikan apakah dua lubang pada bus itu akibat tembakan peluru atau karena sebab yang lain. Yang jelas kami masih lakukan penyelidikan lebih lanjut," kata Dionisius dilansir Antara, Kamis 14 September 2017.
 
Lubang tersebut diketahui oleh petugas saat mencuci kendaraan tersebut di Terminal Bus Gorong-gorong Timika pada Rabu pagi 13 September 2017.
 
Setelah menerima laporan, tim Reskrim Polres Mimika mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan.
Meski terdapat dua lubang di sisi kanan bus, namun kepolisian setempat mengizinkan kendaraan berangkat menuju Tembagapura untuk mengangkut karyawan PT Freeport dan perusahaan subkontraktornya.

Baca: Polri Investigasi Penembakan Buruh di Timika

Aksi penembakan oleh orang tak dikenal terhadap kendaraan milik PT Freeport sangat marak terjadi pada periode 2009 hingga 2012. Terakhir, sebuah kendaraan yang mengangkut personel Brimob pengawal bus karyawan ditembak oleh orang tak dikenal di sekitar Mil 60 ruas jalan Timika-Tembagapura pada 17 Agustus lalu.
 
Insiden itu mengakibatkan seorang anggota Brimob mengalami luka di bagian tangan akibat terkena serpihan kaca mobil.

(FZN )