Pemerintah Belgia Anugerahkan Bintang Jasa pada Tiga Pejabat RI

Marcheilla Ariesta | 14 September 2017 08:53
Dubes Belgia untuk Indonesia Patrick Herman bersama tiga pejabat RI yang menerima anugerah bintang jasa. (Foto: Marcheilla Ariesta/MTVN)
Dubes Belgia untuk Indonesia Patrick Herman bersama tiga pejabat RI yang menerima anugerah bintang jasa. (Foto: Marcheilla Ariesta/MTVN)
Metrotvnews.com, Jakarta: Pemerintah Belgia menganugerahkan penghargaan bintang jasa utama 'Commander in the Order of Leopold of Belgium' kepada mantan Menteri Perindustrian Saleh Husin, Ketua Umum Kamar Dagang Indonesia (KADIN) Rosan Roeslani dan Wakil Ketua KADIN Shinta Kamdani. 

Prosesi penyerahan penghargaan digelar di kediaman Duta Besar Kerajaan Belgia untuk Indonesia, Patrick Herman di Jakarta pada Rabu, 13 September 2017.

"Pada malam ini, saya secara langsung akan menyampaikan penghargaan atas kontribusi Bapak dan Ibu dalam kemajuan pesat investasi dan hubungan perdagangan antara Indonesia dan Belgia selama tiga tahun terakhir ini," ujar Dubes Herman di kediamannya.

Dubes Herman menuturkan Belgia merupakan investor Uni Eropa terbesar kelima di Indonesia dan pasar terbesar ketujuh bagi produk-produk Indonesia. Setiap tahun, Belgia menyumbang tiga puluh ribu turis ke Indonesia.

Dalam pidatonya, ia menyinggung sektor manufaktur Indonesia yang menurutnya tidak bekerja maksimal. Hal ini berdampak pada harga saham dan perekonomian Indonesia.

Menurutnya, hal tersebut dikarenakan adanya ekonomi 'anti-asing'. Ditambahkan, menutup lapangan pekerjaan untuk warga negara asing di Indonesia dengan membatasi pemberian IMTA dan KITAS dapat merugikan bangsa sendiri.

"Indonesia memiliki kemampuan dan sumber daya yang memadai untuk melakukan keberanian guna memajukan bangsa dengan segala kendala yang harus dihadapi," tuturnya.


Dubes Belgia untuk Indonesia Patrick Herman/Sonya Michaella/MTVN

Patrick mengungkapkan 16 paket kebijakan ekonomi, pembukaan perundingan CEPA dengan Uni Eropa, merupakan dorongan untuk membebaskan pengusaha dari belenggu hambatan infrastruktur, ketidaklenturan pasar, beban administratif dan praktik korupsi. Karenanya dibutuhkan pemimpin muda yang berani terjun ke dalamnya.

Karenanya, penghargaan ini diberikan kepada mereka, para 'pahlawan' perdagangan internasional Indonesia. Atas jasa mereka, lanjutnya, hubungan perdagangan internasional Indonesia semakin membaik.

Bintang jasa Commander in the Order of Leopold of Belgium merupakan penghargaan nasional Belgia tertinggi kepada individu yang dinilai berjasa bagi Belgia. Khusus terkait nama penghargaan, hal itu untuk mengenang raja pertama Belgia yaitu Raja Leopold I. 

Pemberian bintang jasa tersebut diperuntukkan bagi warga negara Belgia yang berjasa penting dan dianugerahkan pula untuk warga negara asing yang dinilai memiliki jasa bagi Belgia. Sebelumnya, penghargaan yang sama - Commander in the Order of Leopold of Belgium- juga telah diberikan pemerintah Belgia kepada Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla pada 2009.

Sebagai salah satu penerima bintang jasa utama, Saleh Husin menyampaikan ucapan terima kasih dan mengaku sangat terhormat atas penganugerahan ini. Dia juga berkomitmen untuk tetap turut menggalang hubungan kerja sama Indonesia dengan Belgia.      


Foto: Marcheilla Ariesta/MTVN

"Saya mengucapkan terima kasih setinggi-tingginya kepada Pemerintah Belgia dan Duta Besar Belgia untuk Indonesia Yang Mulia Patrick Herman. Ini merupakan sebuah kehormatan bagi saya pribadi dan keluarga. Saya juga akan terus berkontribusi bagi peningkatan kerja sama ekonomi, hubungan bilateral dan mempererat interaksi komunitas bisnis kedua negara," ujar Managing Director Sinar Mas group.

Hubungan RI-Belgia selama ini cukup erat dan telah berlangsung sejak lama. Di tahun 1949, Belgia menjadi salah satu dari negara-negara Eropa pertama yang mengakui kemerdekaan Indonesia. 

Hingga kini, kerja sama kedua negara terus berkembang yang ditandai dengan kunjungan tingkat tinggi di antara kedua belah pihak. Pada Maret 2016, Putri Astrid, saudara perempuan dari Raja Philippe, memimpin misi ekonomi Belgia ke Indonesia. Sementara itu, Presiden Joko Widodo mengunjungi Belgia pada bulan April 2016 dan bertemu dengan Raja Belgia. 

Saat menjabat Menteri Perindustrian, Saleh juga ikut melakukan kunjungan ke Belgia pada April 2016. Salah satu agendanya ialah mengunjungi pusat distribusi Nayati di Waterloo. Perusahaan tersebut memiliki pabrik di Semarang, Jawa Tengah dan merupakan produsen serta pengekspor peralatan dapur kelas premium untuk restoran dan hotel. (FJR )