Butet Minta Sri Mulyani Beri Insentif Pajak untuk Seni Pertunjukan

Suci Sedya Utami | 14 September 2017 08:31
Menkeu Sri Mulyani (FOTO: MI/MOHAMAD IRFAN)
Menkeu Sri Mulyani (FOTO: MI/MOHAMAD IRFAN)
Metrotvnews.com, Jakarta: Seniman peran Butet Kertaradjasa meminta Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati memberikan kompensasi atau insentif pajak untuk mendorong dunia seni pertunjukan di Tanah Air.

Dalam bincang-bincang dengan Menkeu, Butet mencurahkan isi hatinya mengenai kondisi dunia lakon di Indonesia yang jauh dari kata adil.

Dia mengungkapkan, jika menggunakan perhitungan yang tepat, sebuah pertunjukan seni peran kadang bisa jadi tak bisa digelar. Sebab, untuk membiayai seni pertunjukan dalam sekali tampil, butuh modal yang besar. Sementara tiket yang bisa dijual pada penonton tidak bisa dibanderol dengan harga tinggi.

"Kalau mahal tuduhannya sudah macam-macam, kapitalisme lah, komersial lah. Padahal jelas kalau teman-teman (dunia peran) dibayarkan, itu ongkosnya sudah sangat mahal sehingga tiketnya harus mahal," urai Butet di kantor pusat Ditjen Pajak, Jakarta Selatan, Rabu malam 13 September 2017.

Dia pun menyarankan, untuk memecahkan permasalahan tersebut dibutuhkan dukungan dari industri yang punya komitmen di bidang kebudayaan. Sebenarnya, banyak pihak yang mau membantu, namun mereka minta ada kompensasi untuk pajak seperti yang diterapkan di luar negeri.

Jika hal tersebut dilakukan, dirinya yakin industri atau pemilik dana akan berlomba-lomba memberikan dukungannya pada bidang yang ia lakoni. Namun jika seperti saat ini, mereka mengatakan jika beban pajak yang dikenakan terlalu berat.

"Harapan saya sebagai praktisi pertunjukan memang harus didukung supaya tiketnya enggak mahal. Di sisi lain, supaya pekerja seni juga dapat kehidupan lebih layak. Mungkin ada pemikiran ada hal itu yang hubungan dengan kompensasi pada industri atau perusahaan yang punya komit di bidang kebudayaan," tandas Butet.

  (AHL )