Auditor BPK Suruh Anak Buah Beli Mobil Pakai Nama Lain

Juven Martua Sitompul | 13 September 2017 19:51
Rochmadi Saptogiri. Foto: MI/Rommy.
Rochmadi Saptogiri. Foto: MI/Rommy.
Metrotvnews.com, Jakarta: Tersangka auditor Utama Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK), Rochmadi Saptogiri, melibatkan anak buahnya dalam melakukan tindak pidana pencucian uang. Dia disebut memerintahkan anak buahnya membeli satu unit mobil Honda Odyssey.
 
Hal itu diungkapkan auditor BPK, Yudy Ayodya Baruna, saat menjadi saksi dalam persidangan dua terdakwa pejabat Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Sugito dan Jarot Budi Prabowo di Pengadilan Tipikor Jakarta.

Baca: Anak dan Istri Rochmadi Saptogiri Kembali Dipanggil KPK

Yudy mengaku pernah diperintah atasannya yakni Ali Sadli untuk menyetor uang pembelian mobil milik Rochmadi ke Bank pada April 2017.
 
"Pak Ali minta setor empat kali ke bank. Totalnya Rp660 juta ke Bank BCA. Jadi disetor atas pembelian mobil," kata Yudy di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu 13 September 2017.
 
Yudy mengatakan, pembayaran mobil dilakukan bertahap sebanyak tiga kali dalam satu minggu. Uang diberikan Ali ke Yudy di dalam mobil saat perjalan pulang kerja.
 
Namun, pembelian mobil itu bukan atas nama Rochmadi melainkan nama Andika. Setelah lunas, mobil dikirim ke rumah Ali Sadli. Dari sana, mobil baru diantar ke kediaman Rochmadi.
 
"Setelah itu mobil dikirim ke rumah Pak Ali. Kemudian dibawa ke rumah Pak Rochmadi," ujarnya.

Kendati begitu, belakangan Yudy baru tahu kalau mobil tersebut dikembalikan ke dealer Honda di Sunter, Jakarta Utara. Dia mengaku tidak tahu kenapa mobil itu dikembalikan.
 
KPK memang menyita sejumlah aset yang diduga berkaitan dengan perkara ini. Beberapa aset yang disita KPK di antaranya, empat unit mobil yaitu satu unit mobil Honda Odyssey serta dua unit sedan Mercy warna putih dan hitam.
 
Sementara satu unit mobil Honda CRV disita dari pihak lain yang namanya digunakan salah satu tersangka. KPK juga menyita uang dari penjualan mobil senilai Rp1,65 miliar dari beberapa pihak yang diduga dititipkan uang oleh Ali Sadli.

Sebelumnya, KPK menetapkan empat tersangka dalam kasus tersebut. Mereka ialah mantan Irjen Kemendes PDTT Sugito dan Pejabat Eselon III Kemendes PDTT Jarot Budi Prabowo sebagai pemberi suap serta Pejabat Eselon I BPK Rochmadi Saptogiri dan seorang auditor BPK Ali Sadli sebagai penerima suap.

Baca: Dua Auditor BPK Jadi Tersangka Pencucian Uang

Mereka ditangkap dalam OTT. KPK mengamankan Rp40 juta dari Rp240 juta yang diduga sebagai komitmen suap. Penyidik juga menemukan dan menyita uang Rp1,145 miliar dan USD3 ribu dari brankas di ruang kerja Rochmadi.

Sugito dan Jarot Budi Prabowo dijerat Pasal 5 ayat 1 huruf a atau b atau Pasal 13 Undang-undang 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah oleh UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 64 KUHP juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Rochmadi Saptogiri dan Ali Sadli dijerat Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 Undang-Undang 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah oleh UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 64 KUHP juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

(FZN )