Kejagung Segera Bentuk Direktorat Narkoba dan Terorisme

Antara | 13 September 2017 16:32
Jaksa Agung HM Prasetyo--MI/Angga Yuniar
Jaksa Agung HM Prasetyo--MI/Angga Yuniar
Metrotvnews.com, Jakarta: Kejaksaan Agung segera membentuk dua direktorat pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum (JAM Pidum). Dua direktorat itu masing-masing Direktorat Tindak
Pidana Narkotika dan Zat Adiktif Lainnya dan Direktorat Tindak Pidana Terorisme dan Lintas Negara.

"Hal itu seiring dengan adanya Keputusan Presiden yang memberi ruang dilakukannya penyempurnaan struktur organisasi Kejaksaan RI atas hasil pembahasan dan persetujuan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi," kata Jaksa Agung HM Prasetyo dalam sambutan Pembukaan Rapat Kerja Teknis Bidang Tindak Pidana Umum dan Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun) di Jakarta, Rabu 13 September 2017.

Di bagian lain, ia meminta seluruh jaksa sungguh-sungguh dalam pelaksanaan tugas prapenuntutan. Yaitu, dalam penerbitan P19, atau berkas perkara untuk dilengkapi dan P21 atau berkas sudah lengkap.

"Berdasar pengamatan saat ini masih ditemukan sikap tidak sungguh. Asal-asalan dan tidak profesional para Jaksa baik itu sengaja dilakukan atau tidak jarang tidak memperhatikan atau bahkan mengabaikan pemenuhan unsur yuridis serta ketentuan yang berlaku," terangnya.

Baca: Polri tak Masalah Kejagung enggan Bergabung Densus Tipikor

Rasanya sudah tak pantas untuk memberikan tempat bagi mereka yang tidak profesional. Karena akan menggerus kepercayaan masyarakat terhadap Kejaksaan. "Agar tidak ada lagi oknum Kejaksaan yang 'bermain-main' dengan penanganan perkara," imbuhnya.

Terlebih perkara yang menjadi perhatian masyarakat seperti narkotika, terorisme dan perkara lain. Persoalan lain yang juga patut mendapat perhatian kita adalah berkenaan pelaksanaan putusan pengadilan yang telah 'inkracht'. Hal itu dapat menjadi sebuah permasalahan serius apabila tidak diselesaikan secara tuntas. (YDH )