3 Masalah Kesehatan Ini Mengintai Orang dengan Postur Tubuh Tinggi

Nia Deviyana | 13 September 2017 16:07
(Foto: Time)
(Foto: Time)
Metrotvnews.com, Jakarta: Tak sedikit orang mendambakan memiliki postur tubuh tinggi. Selain meningkatkan rasa percaya diri, postur tinggi menjadi syarat untuk melamar pekerjaan tertentu seperti pramugari atau model.

Namun, jika ditinjau dari segi kesehatan, memiliki tubuh tinggi tak selamanya menyenangkan. Sebuah studi menemukan, tubuh tinggi berkaian dengan masalah kesehatan tertentu.

Bagaimana penjelasannya, berikut seperti dilansir dari Times.

1. Rentan mengalami pembekuan darah

Penelitian yang diterbitkan Jurnal Circulation Cardiovascular Genetics pada September lalu menemukan korelasi antara tinggi tubuh dan tromboemboli vena, penyebab ketiga serangan jantung dan stroke.

Peneliti menemukan, pria yang lebih pendek memiliki risiko 65 persen lebih rendah dalam mengembangkan tromboemboli vena dibandingkan pria yang lebih tinggi.

Mengapa itu bisa terjadi?

"Individu yang lebih tinggi memiliki pembuluh darah kaki yang lebih panjang dan area yang lebih banyak, memungkinkan terjadinya masalah kesehatan," kata Dr Bengt Zoller, profesor di Lund University dan Malmö University Hospital di Swedia dalam sebuah keterangan.

Selain itu, tekanan gravitasi meningkat pada pembuluh darah kaki orang yang lebih tinggi, meningkatkan risiko aliran darah melambat atau berhenti sementara.

2. Berisiko tinggi meninggal karena kanker

Penelitian yang dimuat dalam Jurnal Lancet Diabetes & Endocrinology menemukan, risiko kematian akibat kanker meningkat sebesar 4 persen untuk setiap dua setengah inci tinggi tubuh yang dimiliki seseorang.

Selain genetik, orang menjadi tinggi pada umumnya karena mengonsumsi protein hewani yang cukup tinggi. Pola makan ini yang kemudian memicu terjadinya masalah kesehatan.

Ada juga teori lain, yakni tinggi badan menjadi indikator ukuran organ. Jadi, semakin besar organ, semakin banyak sel yang berisiko mengalami transformasi ganas.

Penelitian lain juga menemukan bahwa pria tinggi (dan obesitas) juga berisiko tinggi mengembangkan kanker prostat yang agresif, sementara wanita tinggi cenderung mengembangkan risiko melanoma, kanker payudara, kanker ovarium, kanker usus besar, dan endometrium.

3. Risiko gangguan ritme jantung

Penelitian yang dipresentasikan pada konferensi kardiologi menemukan, wanita yang lebih tinggi (dan obesitas) memiliki risiko tiga kali lipat lebih tinggi untuk mengalami atrial fibrillation (a-fib)  atau gangguan ritme jantung.

Seperti disebutkan pada poin nomor dua, tinggi badan menjadi indikator ukuran organ. Paru-paru yang lebih besar kemungkinan juga menekan jantung sehingga terjadilah a-fib. Meski demikian, risiko ini terbilang rendah jika dibandingkan risiko penyakit jantung karena pola makan buruk, merokok, dan konsumsi alkohol.

(DEV )