Penerbangan Langsung Jakarta-Katmandhu Segera Dibuka Tahun Depan

Sonya Michaella | 13 September 2017 13:34
Konsul Kehormatan Nepal di Jakarta, Bally Saputra Datuk Janosati (paling kanan) (Foto: Sonya Michaella/ Metrotvnews.com).
Konsul Kehormatan Nepal di Jakarta, Bally Saputra Datuk Janosati (paling kanan) (Foto: Sonya Michaella/ Metrotvnews.com).
Metrotvnews.com, Jakarta: Konsul Kehormatan Nepal di Jakarta, Bally Saputra Datuk Janosati menjanjikan akan segera dibukanya penerbangan langsung dari Jakarta ke Katmandhu.
 
Tak hanya dari ibu kota Jakarta, namun penerbangan langsung ke Nepal ini juga akan dibuka dari Yogyakarta.
 
"Masih dalam proses perizinan saat ini. Yang pasti pakai Himalaya Air dan saya sedang usahakan untuk Garuda Indonesia," ujar Bally ketika ditemui di Konsulat Kehormatan Nepal, bilangan Cawang, Jakarta, Rabu 13 September 2017.
 
"Izinnya masih kita bicarakan dengan Kementerian Perhubungan. Mungkin tahun depan bisa terealisasikan. Pertama ya mungkin dua kali dulu dalam sepekan," tutur Bally.
 
Bally mengungkapkan, dirinya akan senantiasa membangun hubungan bisnis dan dagang yang baik antara Nepal dan Indonesia. Dengan dibukanya Konsulat Kehormatan Nepal di Jakarta sebagai perwakilan Nepal, Bally merasa kedekatan Nepal dengan Indonesia semakin nyata.
 
Senada dengan Bally, Duta Besar Nepal untuk Indonesia Niranjan Man Singh Basnyat mengatakan, Indonesia adalah mitra penting bagi Nepal di segala bidang.
 
"Dua negara adalah sama-sama negara yang penduduknya memiliki perbedaan suku, agama dan ras juga bahasa. Itulah mengapa Nepal merasa dekat sekali dengan Indonesia," ungkap Dubes Basnyat.
 
Disebutkan, Indonesia merupakan mitra dagang terbesar keempat bagi Nepal. Oleh sebab itu, Dubes Basnyat mengundang para investor Indonesia untuk mengunjungi Nepal dan berinvestasi di sana.
 
Hubungan diplomatik Indonesia dan Nepal dibentuk pada 1960 silam. Keragaman budaya dan bahasa juga suku dan ras menjadi salah satu elemen penting yang mempersatukan Indonesia-Nepal.
 
Pascagempa pada 2015 silam, kondisi perekonomian Nepal semakin membaik. World Bank bahkan memprediksi and perekonomian Nepal tahun ini akan tumbuh 50 persen, jauh melonjak ketimbang 0,6 persen pada tahun 2016. Salah satu pemicunya adalah kondisi politik yang semakin stabil, selain produksi agrikultur yang terus membaik. 
(FJR )