Konsulat Kehormatan Nepal Resmi Dibuka di Jakarta

Sonya Michaella | 13 September 2017 12:47
Bally Saputra Datuk Janosati, ditunjuk sebagai Konsul Kehormatan Nepal di Jakarta (Foto: Sonya Michaella/Metrotvnews.com).
Bally Saputra Datuk Janosati, ditunjuk sebagai Konsul Kehormatan Nepal di Jakarta (Foto: Sonya Michaella/Metrotvnews.com).
Metrotvnews.com, Jakarta: Konsulat Kehormatan Nepal akhirnya resmi dibuka dan beroperasi di Jakarta. Dibukanya kantor yang bertempat di Menara Hijau, kawasan Cawang, tersebut diharapkan mampu meningkatkan hubungan kedua negara di berbagai bidang.
 
Peresmian Konsulat Kehormatan Nepal untuk Indonesia adalah sejarah untuk kedua negara karena ini merupakan pertama kalinya konsulat kehormatan Nepal berada dan berkedudukan di Indonesia.
 
Untuk perwakilan di Konsulat Kehormatan Nepal di Jakarta ini, ditunjuklah Bally Saputra Datuk Janosati, seorang pelaku bisnis properti di Indonesia.
 
Bally merupakan pengusaha properti nasional asal Sumatera Barat yang kini menjabat Chief Executive Officer (CEO) Riyadh Group Indonesia, dan juga Sekretaris Badan Pertimbangan Organisasi Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI).
 
"Sesuai tugas dan wewenang yang diberikan, tentu saya akan melakukan berbagai upaya untuk meningkat hubungan dan promosi terkait ekonomi, sosial budaya dan perdagangan Nepal di Indonesia," kata Bally, ketika membawakan pidato pembukaannya di Menara Hijau, Jakarta, Rabu 13 September 2017.
 
Di bidang ekonomi, sebagai pengusaha properti dirinya akan mengajak pengembang Indonesia untuk berinvestasi di Nepal.
 
Dalam waktu dekat dirinya berencana membawa sejumlah pengembang nasional yang tergabung di REI untuk melihat peluang investasi properti di negara berpenduduk 28 juta jiwa tersebut. Diungkapkan Bally, kebutuhan rumah di Nepal masih cukup tinggi, dengan harga jual yang lebih mahal dibandingkan Indonesia. 
 
"Ini adalah kesempatan bagi pengusaha properti Indonesia. Sekarang Nepal masih butuh banyak rumah, di samping peluang pengembangan resort, hotel, apartemen dan rumah sakit," papar dia. 
 
Menurut rencana akhir Oktober atau awal November 2017 akan digelar forum bisnis pengusaha Indonesia dan Nepal di Kathmandu yang akan dihadiri Perdana Menteri Nepal Sher Bahadur Deuba. 
 
Pascagempa pada 2015 silam, kondisi perekonomian Nepal semakin membaik. World Bank bahkan memprediksi and perekonomian Nepal tahun ini akan tumbuh 50 persen, jauh melonjak ketimbang 0,6 persen pada tahun 2016. Salah satu pemicunya adalah kondisi politik yang semakin stabil, selain produksi agrikultur yang terus membaik. 
 
Pada 7 Juli 2017 di Kuala Lumpur, Bally telah menerima Letter of Commission (LoC) dari Pemerintah Nepal sebagai Konjen Kehormatan Nepal untuk Republik Indonesia terhitung sejak 22 Mei 2017 dengan masa jabatan selama tiga tahun. Selanjutnya, Agustus 2017 menerima surat pemyataan pengakuan hak kekonsuleran dari Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi.
 
Untuk sementara, Kedutaan Besar Nepal untuk Indonesia saat ini masih dirangkap dengan Kedutaan Besar Nepal di Malaysia. 
(FJR )