BPKP Dilibatkan Audit BUMN Rugi

| 13 September 2017 08:29
Ilustrasi Gedung BUMN. (ANTARA FOTO/Wahyu Putro)
Ilustrasi Gedung BUMN. (ANTARA FOTO/Wahyu Putro)
Metrotvnews.com, Jakarta: Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) akan menggandeng Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk melakukan audit kinerja terhadap tujuh BUMN penerima penyertaan modal negara (PMN) yang mencatatkan kerugian.

Untuk diketahui, tujuh perusahaan pelat merah yang kinerjanya merosot itu ialah PT Dok Perkapalan Surabaya, PT Dirgantara Indonesia, PT PAL, PTPN X, IX, VII dan III.

"Kita minta bantuan BPKP untuk audit performance supaya dilihat, kalau kronis, ya, masuk rumah sakit. Kalau ada yang bisa diperbaiki, ya, direstrukturisasi," terang Deputi Bidang Restrukturisasi dan Pengembangan Usaha Kementerian BUMN Aloysius Kiik Ro saat memaparkan kinerja 41 BUMN penerima PMN di Kementerian BUMN, Selasa 12 September 2017.

Ketika hasil audit menunjukkan itu disebabkan masalah fundamental akan dilakukan restrukturisasi secara menyeluruh. Pendekatan berbeda akan dilakukan kepada BUMN yang merugi akibat faktor eksternal dan musiman, yakni akan dilakukan penyehatan. "Kalau terhadap yang sehat terus tiba-tiba off dan mismanagement, ya, dicopot," tegasnya.

Terkait dengan penyerapan PMN hingga semester I-2017, Aloysius mengatakan, untuk PMN 2015, sebesar Rp41,165 triliun sudah terserap 60 persen. Penyebabnya anggaran sebanyak itu digunakan untuk sektor riil sehingga membutuhkan proses yang panjang.

"Misalnya infrastruktur seperti jalan tol itu perencanaannya saja butuh sekitar 2,5 sampai 3 tahun, baru masuk tender dan pengadaannya. Maka dari itu, semua proyek masuk PMN ini kita push supaya lebih cepat," jelas Aloysius.

Kemudian anggaran PMN 2016 sebesar Rp41,8 miliar untuk 14 BUMN yang sudah berjalan delapan bulan, baru terserap 21 persen. "Karena kita baru terima akhir 2016. Kita sudah mencapai 21 persen per Juni 2017 dan sebagian proyek ini adalah proyek multiyears," ujarnya.

Pada kesempatan itu Aloysius juga menambahkan, sesungguhnya pemberian PMN dapat menangkat kinerja keuangan perusahaan asalkan dikelola dengan baik dan sesuai dengan rencana bisnis. "Diharapkan setelah proyek-proyek yang sedang dikerjakan selesai, BUMN penerima PMN sudah mampu mencetak keuntungan," tegasnya. (Media Indonesia)

  (AHL )