Ketua RW tak Berkutik bila Aturan Wajib Garasi Diberlakukan

Ilham wibowo | 12 September 2017 15:16
Ketua RW 08 Kelurahan Kebon Kacang, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Irwansyah - MTVN/Ilham Wibowo
Ketua RW 08 Kelurahan Kebon Kacang, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Irwansyah - MTVN/Ilham Wibowo
Metrotvnews.com, Jakarta: Ketua RW 08 Kelurahan Kebon Kacang, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Irwansyah tak bisa berbuat banyak bila aturan tentang kewajiban pemilik mobil memiliki garasi diterapkan. Polemik antarwarga dinilai akan terjadi. 

"Lahan parkir di Tanah Abang sekarang ini sudah terbatas, warga saya juga hanya segelintir yang punya garasi, selebihnya mereka parkir di pinggir jalan," kata Irwan kepada Metrotvnews.com, Selasa 12 September 2017. 

Irwan menyebut, warga sudah sejak lama memarkir kendaraan di bahu Jalan Kebon Kacang 45. Pasalnya, warga di kawasan permukiman padat penduduk itu sebagaian besar bertempat tinggal di gang sempit. 

Dia mengaku telah berkali-kali memberikan imbauan agar kendaraan diparkir dengan rapi agar tak mengganggu ketertiban umum. Belum lagi potensi kejahatan seperti pencurian kendaraan. 

"Meskipun baru dengar dari berita, saya tetap ikut aturan yang berlaku. Saya pasti  minta setiap ketua RT mengajukan jaminan memiliki lahan parkir," ujar dia. 

Namun, Irwan menilai, surat jaminan dari RT setempat itu hanya bisa diterapkan bagi warga yang baru ingin memiliki kendaraan. Semantara warga yang sebelumnya telah lama memiliki kendaraan, penerapan aturan dipastikan akan sulit. Selain kendaraan, kata dia, bahu jalan juga beberapa lokasi digunakan sebagai lapak usaha warga. 

"Pasti banyak warga yang protes, ini kan bukan jalan protokol. Lagi pula kawasan ini padat penduduk," ujar dia. 

Warga pemilik kendaraan, Lovi mengatakan, ia tak punya banyak pilihan bila mesti memindahkan tempat parkir ke lokasi lain. Ia menyayangkan sikap Pemprov DKI Jakarta yang baru melakukan sosialisasi saat ini. 

Padahal, Perda Transportasi yang melarang warga memiliki mobil jika tidak punya garasi tersebut telah disahkan sejak 2014. "Pasti repot kalau kami diminta pindah. Istilahnya kami hanya parkir sementara pas jam malam. Kami juga sudah membayar iuran untuk penjaga, supaya kalau sampai menganggu mobil bisa segera dipindah," kata Lovi. 

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat meminta pengendara yang hendak membeli mobil melampirkan surat keterangan memiliki garasi. "Begitu ada surat keterangan punya garasi, baru boleh punya mobil," kata Djarot di Kemenko Maritim, Jakarta Pusat, Rabu 6 September 2017
 
Meskipun peraturan ini baru gencar disosialisasikan saat ini, Djarot mengatakan aturan tersebut sudah ditetapkan sejak lama, "Namun belum ditegakkan, maka itu perlu disosialisasikan," ujar mantan Wali Kota Blitar itu.
 
Aturan mengenai kewajiban memiliki garasi bagi pemilik mobil pribadi mengacu pada Peraturan Daerah (Perda) Nomor 5 Tahun 2014 tentang Transportasi.


  (REN )