Renjana Base Jam Bernostalgia

Elang Riki Yanuar | 15 Agustus 2017 14:56
Base Jam (Foto: dok. pribadi)
Base Jam (Foto: dok. pribadi)
Metrotvnews.com, Jakarta: Ada pertanyaan dominan yang selalu menghinggapi Sigit Wardana ketika memutuskan mundur dari Base Jam. Selama memutuskan bersolo karier, selama itulah orang meminta Sigit berkumpul lagi dengan Base Jam. Tak mau terus memendam rasa penasaran, Sigit menghubungi mantan rekannya di Base Jam.  

Sigit keluar dari Base Jam pada 2006. Dia sempat membuat band baru kemudian bersolo karier. Adnil lebih lama lagi. Dia memutuskan mundur dari Base Jam pada 1999 atau ketika band ini dalam puncak popularitas. Masih ada Anya dan BS, personel awal Base Jam yang juga meninggalkan grup ini.

Sigit rupanya seperti membangunkan orang yang lama tertidur pulas. Keinginan kembali berkumpul lagi sebenarnya sudah lama terbenam di hati masing-masing personel Base Jam. Mereka hanya sungkan memulai. Ajakan Sigit disambut positif rekannya yang lain. Base Jam formasi awal akhirnya kembali kumpul dengan konsep reuni.

Sayang, Anya dan BS tidak bisa bergabung dengan alasan masing-masing. Alhasil, reuni Base Jam kini diisi Adon (vokal), Sigit (vokal), Adnil (gitar), Aris (gitar), Oni (gitar), dan Sita (bass). Alvin, vokalis yang dulu menggantikan Sigit tetap dilibatkan sehingga Base Jam menggunakan tiga vokalis dan tiga gitaris. Untuk posisi drum, Base Jam mengajak Jeane Phialsa atau yang akrab disapa Alsa. Sebelumnya Alsa dikenal pernah mengisi drum Setia Band, Fusion Stuff dan beberapa band yang beraliran jazz.

"Susah banget ngumpulinnya. Waktu itu kalau tidak ada tawaran manggung mungkin lebih susah lagi kumpul," kata Aris setengah bercanda.


Formasi reuni Base Jam (Foto: dok. pribadi)

Base Jam Reunion memulai langkah nostalgianya di sebuah konser mengenang musisi 1990-an. Namun, baru pada 2016 jalan mereka mulai menemui kemudahan menebar virus nostalgia lewat lagu. Tahun ini, tawaran manggung terus berdatangan. Tanda semakin banyak orang yang rindu dengan mereka.  

"Bukannya sombong, tapi kita merasa lagu kita dulu memang bagus untuk dikenalkan ke generasi sekarang dan memang layak untuk didengar sama anak-anak sekarang," kata Sita.


Sumber: Youtube Musica Studio

Metrotvnews.com berkesempatan menemui Base Jam di sebuah studio di kawasan Jakarta Selatan. Base Jam sedang berlatih untuk tampil pada acara Road to Soundrenaline di Medan. Suasana begitu cair dan santai. Mereka tak berhenti saling melempar canda atau saling meledek satu sama lain.

"Musik sekarang itu lebih ramai. Kesempatan untuk balik seperti dulu sudah tidak mungkin. Makanya kembali dengan formula reuni itu lebih menarik. Dan waktunya memang pas untuk pendengar yang baru. Band apapun itu harus berkarya, entah itu daur ulang atau apa. Dan sekarang ini waktunya paling pas," jelas Adnil.


Suasana santai latihan Base Jam (Foto: Metrotvnews/Elang)

"Dulu orang lebih banyak yang bertanya kenapa gue keluar dari Base Jam. Selama belasan tahun, di mana pun gue berada, itu yang orang tanya ke gue. (Itu) Sudah beberapa tahun lalu, tapi kesannya kayak baru kemarin. Gue suka bingung jawabnya. Tapi artinya Base Jam masih diingat," lanjutnya.

Tak sebatas melepas rindu dari panggung ke panggung, mereka merilis album berjudul Base Jam Reunion 21 Tahun pada 2015 dengan mendaur ulang lagu-lagunya yang hit. Sebelum itu, Base Jam terakhir kali merilis album Dua Sisi pada 2003. Panjangnya jeda waktu itu membuat mereka sempat dilanda ketakutan dan keraguan ketika hendak memulai jalan reuni.

"Jujur gue takut juga. Sudah bertahun-tahun kami tidak berurusan bareng dalam musik dan gue juga agak susah beradaptasi sama orang walaupun pernah kerja bareng dulu. Mereka sudah mengeluarkan album lain tanpa gue dan buat gue musiknya beda ketika gue ada dulu. Gue pikir bagaimana bisa menyatu lagi sama mereka, itu tantangannya. Butuh kesabaran banget buat adaptasi. Tapi ketika kumpul lagi terbilang cepat," ujar Adnil.

Mungkin benar apa yang pernah mereka tuliskan dalam lagu puluhan tahun lalu, "Walau jarak memisahkan kita, kau tetap selalu di hatiku."

"Begitu ketemu lagi, obrolan zaman dulu masih nyambung. Ketika pisah dan kumpul lagi bawa referensi musik baru masing-masing. Jadi justru memperkaya musik kita yang sekarang," kata Sita.


Sumber: Youtube Musica Studios

"Dulu berdebat soal lagu saja bisa berminggu-minggu. Satu kata di lagu saja bisa panjang perdebatannya. Karena kita memang bukan band yang ada satu motor yang khusus buat lagu seperti di Kahitna, Dewa atau Noah. Sekarang sudah pada tua dan pengalamannya bertambah. Kita sudah saling mengerti dan paham maunya masing-masing," jelas Aris.

'Bonus Besar' Sebuah Hobi

Sita masih duduk di kelas 6 SD ketika Base Jam dilahirkan pada 1994. Tak pernah terbayangkan olehnya perjalanan Base Jam bisa sepanjang ini.

"Dulu mungkin kita mikirnya ini cuma sekadar band. Saya masih kecil dulu. Ketika kumpul sudah merasa sudah kaya keluarga, tidak cuma soal musik doang," kata Sita.

"Ketika dulu pas tanda tangan kontrak kita tidak pernah terbayangkan bisa sampai sejauh ini. Tur sekian puluh kota, lagunya laku. Manggung bareng Gigi, Kla Project, Kahitna, Java Jive. Bisa sepanggung sama idola," timpal sang kakak, Aris.


Alsa ikut membantu mengisi drum Base Jam (Foto: Metrotvnews/Elang)

Adon masih ingat ketika pertama kali memulai langkah dengan Base Jam yang tak lepas dari cibiran dan banyak mendapat penolakan. Namun, mereka tak pernah kehilangan semangat mewujudkan mimpi. Hingga kemudian mereka akhirnya bisa memulai perjalanan di industri musik lewat album Bermimpi pada 1996.

"Manggung pertama setelah album rilis kita di Hard Rock Cafe. Kita tidak punya baju untuk manggung. Aku pakai bajunya Anya. Pertama kali manggung di depan media dibilangnya bukan band keren. Waktu itu kita cuma manggung di pensi-pensi," kenang Adon.


Duet Adon dan Sigit yang dulu menjadi idola (Foto: Metrotvnews/Elang)

Dari yang awalnya hanya menyalurkan hobi, Base Jam menjelma menjadi idola remaja di masa jayanya. Band ini juga terbilang produktif dengan meluncurkan album hampir setiap tahun seperti Bermimpi (1996), Dua (1997), Ti3a (1998), Sinergi Base Jam Emp4t (2000), Dari Hati (2001), The Best of Base Jam (2002) dan Dua Sisi (2003).

"Dulu tidak merasakan tekanan (merilis album setiap tahun). Baru sekarang malah mikirnya, iya ya. Dulu kita tidak merasakan tekanan di waktu yang seketat itu. Mungkin karena kita menikmati prosesnya sehingga tidak terkesan terbebani," ujar Sigit.

"Awalnya memang hanya menyalurkan hobi saja. Semua suka musik. Tidak muluk-muluk, pengin merasakan rekaman, punya album. Ternyata bonusnya besar banget," lanjutnya.


Sumber: Youtube Musica Studio

Masih Punya Mimpi

Kini, Sigit dan Adnil telah kembali ke rumah lama mereka. Sejumlah rencana sudah disiapkan. Mulai dari karya terbaru hingga konser tunggal yang melibatkan para mantan personelnya seperti Anya, BS hingga Choky yang kini menjadi gitaris NTRL.

Konser reuni GIGI menjadi acuan utama Base Jam ketika nantinya menggelar perhelatan akbar mereka.  Bagi Sigit, reuni Base Jam merupakan langkah awal untuk mereka memulai mimpi baru.

"Awalnya ingin mengajak nostalgia dan mengenalkan zaman dulu. Kalau saya sih tidak mau Base Jam hanya dikenal sebagai band 90-an saja. Tapi band saja seperti band yang bertahan sama yang lain seperti Slank, Gigi. Projek ini berangkat dari reunian," kata Sigit.


Sumber: Youtube Musica Studio

"Sesuai lagu kita yaitu, Jatuh Cinta dan Rindu. Bagaimana mengenang awal orang 'jatuh cinta' sama Base Jam dan mereka melepas 'rindu' sama Base Jam sekarang," tutup Adon. (ELG )