Sambor Prei Kuk Jadi Warisan Budaya Dunia Terbaru Versi UNESCO

Willy Haryono | 17 Juli 2017 22:09
Sambor Prei Kuk, sebuah kuil di Kamboja yang dijadikan situs warisan budaya dunia UNESCO. (Foto: Cambodia Holiday Architects)
Sambor Prei Kuk, sebuah kuil di Kamboja yang dijadikan situs warisan budaya dunia UNESCO. (Foto: Cambodia Holiday Architects)
Metrotvnews.com, Phnom Penh: Turis berbondong-bondong menuju situs warisan dunia terbaru di Kamboja, yakni Kuil Sambor Prei Kuk. 

Kuil yang didirikan antara abad 16 dan 17 itu baru saja ditambahkan dalam daftar warisan budaya dunia versi UNESCO.

Sebagai negara sarat dengan kekayaan sejarah, Kamboja banyak menarik wisatawan dari seluruh dunia. Sebagian besar dari mereka biasa langsung menuju kompleks kuil Angkor Wat, situs warisan dunia UNESCO lainnya.

Pada 8 Juli, UNESCO menambahkan Sambor Prei Kuk atau 'kuil dengan kekayaan hutan' dalam bahasa Khmer, ke daftar warisan budaya. Tempat yang berlokasi 206 km utara dari ibu kota Phnom Penh itu merupakan rumah bagi banyak kuil, 10 di antaranya berbentuk segi delapan.

UNESCO mengatakan Sambor Prei Kuk telah diidentifikasi sebagai Ishanapura, ibu kota dari Kekaisaran Chenla kuno, sebuah peradaban Khmer yang berkembang pada akhir abad ke-6 dan ke-7 yang mendahului Kekaisaran Khmer.

Kuil ini bergabung dengan Taman Arkeologi Angkor dan kuil Preah Vihear, yang terletak di perbatasan Thailand-Kamboja, sebagai situs warisan dunia.

Banyak turis lokal mengunjungi Sambo Prei Kuk pada akhir pekan. Sepasang suami istri mengambil gambar pernikahan mereka di lokasi tersebut.

"Sekarang tempat tersebut sudah termasuk dalam situs warisan dunia, saya harap masyarakat kita mendapatkan keuntungan yang banyak dari hal ini. Dan saya mengucapkan terima kasih kepada para leluhur kami yang telah membangun situs tersebut sampai kepada generasi kami," kata Sem Norm, pencaga kuil, yang telah menjaga tempat tersebut dari tahun 1994, seperti dikutip Channel News Asia, Senin 17 Juli 2017.

Sejumlah turis lainnya berharap pariwisata di Kamboja dapat mendorong perekonomian lokal.

"Ketika kita mendapatkan lebih banyak wisatawan, warga kita akan mendapat banyak pemasukan lewat penjualan berbagai macam oleh-oleh. Anak-anak kita juga dapat belajar bahasa Inggris dengan mudah," kata seorang turis domestik, Uch Srey Leakhena.

Wisatawan yang datang ke Kamboja meningkat lima persen menjadi lima juta orang pada 2016. Sekitar 5,5 juta wisatawan diprediksi mengunjungi negara tersebut tahun ini. (Lidya Suzana)
(WIL )