Australia Perluas Peran Militer dalam Merespons Teror Domestik

Willy Haryono | 17 Juli 2017 21:56
PM Australia Malcolm Turnbull. (Foto: EPA)
PM Australia Malcolm Turnbull. (Foto: EPA)
Metrotvnews.com, Canberra: Militer Australia diberi kekuasaan baru yang lebih luas untuk merespons serangan teror dalam negeri.

Perubahan yang diusulkan pemerintah terhadap undang-undang keamanan nasional merupakan bagian dari tinjauan ulang terhadap upaya melawan terorisme.

Tindakan baru tersebut dapat diartikan Angkatan Bersenjata Australia (ADF) dapat segera dipanggil untuk membantu polisi menghadapi ancaman teror.

Perubahan didorong sejumlah kritik bahwa respons polisi kurang cepat dalam menanggapi aksi teror sebuah kafe di Sydney pada 2014.

Aturan di Australia saat ini membuat kepolisian tidak bisa serta merta langsung memanggil ADF sebelum mencapai batas kapabilitas dan kapasitas.

Di bawah perubahan baru ini, militer akan memberikan pelatihan khusus kepada kepolisian.

"Saya berusaha keras agar terjadi kerja sama antar polisi dengan ADF," kata Perdana Menteri Australia Malcolm Turnbull dalam pada sebuah konferensi pers, seperti dikutip BBC, Senin 17 Juli 2017.

Dua sandera dan seorang pria bersenjata tewas dalam aksi teror di Sydney. Seorang petugas investigasi pada awal tahun ini menilai pihak berwenang terlalu lamban dalam peristiwa tersebut.

Australia telah dilanda beberapa serangan teror sejak beberapa tahun terakhir. Hal ini mendorong pemerintah meninjau ulang kapabilitas polisi dan pihak berwenang dalam merespons serangan teror.

Dalam kasus terakhir, seorang teroris yang menahan sandera di Melbourne tewas ditembak polisi sebulan lalu. (Lidya Suzana)
(WIL )