Ribuan Orang Protes Reformasi Peradilan Polandia

Arpan Rahman | 17 Juli 2017 20:10
Ribuan orang berunjuk rasa memprotes rencana reformasi peradilan Polandia di Warsawa, 16 Juli 2017. (Foto: Jacek Turcyzk/EPA)
Ribuan orang berunjuk rasa memprotes rencana reformasi peradilan Polandia di Warsawa, 16 Juli 2017. (Foto: Jacek Turcyzk/EPA)
Metrotvnews.com, Warsawa: Ribuan pendemo di Polandia berkumpul di luar gedung parlemen, di Warsawa, Minggu 16 Juli 2017. Mereka menyuarakan penolakan terhadap rancangan undang-undang reformasi peradilan.

Kepolisian Warsawa mengatakan, lebih dari 4.500 orang bergabung dalam demonstrasi menentang reformasi. Sementara pejabat dari dewan kota Warsawa menuturkan lebih dari 10.000 orang berpartisipasi dalam unjuk rasa damai tersebut.

Reformasi yang diusulkan partai berkuasa Law and Justice, atau PiS, akan membuat semua hakim Mahkamah Agung mundur dari jabatannya.

Undang-undang tersebut, yang diloloskan Senat Polandia pada Sabtu 15 Juli, terjadi setelah PiS mengeluarkan UU lain sepekan lalu. UU tersebut memberi parlemen lebih banyak wewenang dalam penunjukan hakim.

"Presiden Polandia Andrzej Duda belum mengindikasikan bahwa dia berencana memveto peradilan," kata laporan BBC News, seperti dikutip UPI.

Sejumlah kritikus menilai UU terbaru akan mengikis independensi hakim dan merongrong demokrasi Polandia.

Pemerintahan Presiden Duda berpendapat perubahan diperlukan karena sistem peradilan saat ini korup dan menguntungkan segelintir elite. 

PiS juga berpendapat sistem peradilan di Polandia belum benar-benar dibersihkan usai jatuhnya komunisme di negara tersebut.
(WIL )