Terjadi Transaksi Mencurigakan Rp101 Miliar di Pilkada 2017

Intan fauzi | 14 Juli 2017 15:49
 Kepala PPATK, Kiagus Badaruddin. Foto: MI/Panca
Kepala PPATK, Kiagus Badaruddin. Foto: MI/Panca
Metrotvnews.com, Jakarta: Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menemukan banyak transaksi mencurigakan terkait penyelenggaraan Pilkada 2017. Transaksi mencurigakan itu mencapai Rp101 miliar.
 
"Total saja ya, aku enggak boleh kasih tahu detailnya. Pokoknya sekitaran Rp101 miliar. Enggak terlalu besar lah," kata Kepala PPATK, Kiagus Badaruddin kepada Metrotvnews.com, Jumat 14 Juli 2017.

Baca: PPATK Temukan 10 Bentuk Transaksi Mencurigakan di Pilkada 2017 
 
Dari jumlah nominal transaksi tersebut, ada 122 pihak yang terlibat. Di dalamnya termasuk perusahaan maupun perorangan. "Kalau transaksinya ada individu dan korporasi. Sekitar 122 orang," jelas dia.
 
Agus tak bisa memastikan daerah mana yang paling banyak melakukan transaksi mencurigakan. Namun, ia meyakinkan PPATK memegang nama-nama pelaku transaksi. "Ya kalau nama-nama ada di kami," ungkapnya.

Baca: Usut Dana Makar, Polisi Kerja Sama dengan PPATK 

Kendati memiliki nama-nama tersebut, Agus menjelaskan, temuan PPATK masih berupa dugaan. Sehingga belum dapat dipastikan semua yang terlibat dalam transaksi tersebut melanggar hukum.
 
"Karena kami tidak punya kewenangan untuk melakukan interogasi apakah ini terjadi tindak pidana atau tidak. Tapi itu ada indikasi-indikasi," jelasnya. (FZN )