Menhub Budi Karya Dinilai Belajar dari Mudik Lebaran 2016

Antara | 03 Juli 2017 12:35
Ilustrasi--Antara/Nugroho Gumay
Ilustrasi--Antara/Nugroho Gumay
Metrotvnews.com, Jakarta: Kondisi lalu lintas arus mudik Lebaran 2017 berbeda dengan tahun sebelumnya. Arus mudik Lebaran 2017 disebut lebih baik.

"Koordinasi yang sudah berjalan ini perlu ditingkatkan lagi ke depan," kata Wakil Ketua Komisi V DPR Muhidin M Said, Senin 3 Juli 2017.

Muhidin mengapresiasi kinerja Menteri Perhubungan. Selain Kemenhub, Korps Lalu Lintas Polri dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kementerian PUPR) juga telah bekerja dengan baik di lapangan.

Korlantas mengerahkan seluruh personelnya di seluruh daerah untuk mengamankan jalannya mudik di tiap daerah. Salah satunya dengan melakukan rekayasa lalu lintas jika kondisi jalan padat pengendara.

Muhidin yang juga Ketua Tim Kunjungan Mudik Lebaran 2017 ini mengatakan, Menhub Budi Karya Sumadi belajar banyak dari mudik Lebaran 2016.

Koordinasi senantiasa dilakukan dengan semua pihak terkait, tidak terkecuali dengan Komisi V DPR RI.

Dalam pemaparannya kepada Komisi V beberapa waktu lalu, Menhub menyatakan keseluruhan persiapan mudik telah dipersiapkan dengan baik. Untuk memastikan keseluruhan persiapan mudik, Menhub bersama Kementerian PUPR, Korlantas Polri, DPR RI dan instansi terkait lain selanjutnya bersama-sama memantau di lapangan.

"Jadi selain pemaparan hitam di atas putih sebagai gambaran awal, kami bersama Kemenhub, Korlantas, Kementerian PU, Kementerian Kesehatan, Basarnas, Pertamina juga bersama-sama mengawal langsung persiapannya di lapangan," jelasnya.

Pemerintah dinilai belajar banyak dari kejadian demi kejadian mudik tahun-tahun sebelumnya. Selain itu, angkutan umum bus di semua daerah dilakukan uji kelayakan jalan oleh Dinas Perhubungan.

Untuk pemudik yang menggunakan kapal dan pesawat terbang, DPR RI turut meninjau ke Bakauheni guna memastikan penyeberangan di pelabuhan tersebut berjalan lancar.

Semua berjalan sesuai skenario, jajaran Polri juga menyiapkan beberapa alternatif apabila terjadi kepadatan pengendara. "Jadi ada upaya antisipatif guna mengurai kepadatan pengendara," ujarnya. (YDH )