Penghuni Lapas di Bogor Kendalikan Peredaran Ganja

Mulvi Muhammad Noor | 19 Juni 2017 19:42
Polisi mengamankan ratusan kilogram ganja yang peredarannya dikendalikan narapidana di Bogor -- MTVN/Mulvi Muhammad Noor
Polisi mengamankan ratusan kilogram ganja yang peredarannya dikendalikan narapidana di Bogor -- MTVN/Mulvi Muhammad Noor
Metrotvnews.com, Bogor: Peredaran ganja yang dikendalikan narapidana dari dalam lembaga permasyarakatan (lapas) di wilayah Bogor berhasil dibongkar. Dua tersangka ditangkap berikut barang bukti sebanyak 133 kilogram ganja kering.

Pengungkapan kasus bermula dari penangkapan IHM, 36, di kontrakannya, Desa Dayeuh, Kecamatan Cileungsi, Bogor, Jawa Barat, pada 13 Juni 2017. Dari tangan IHM disita 132 kilogram ganja kering yang dibungkus lakban warna cokelat dengan berat masing-masing seberat 1 kilogram.

Berdasarkan hasil pengembangan kasus, polisi menangkap pelaku lainnya, BTY, 33, pada 14 Juni 2017. BTY ditangkap di wilayah Lido dengan barang bukti 1 kilogram ganja.

"Ini dikendalikan dari lapas. Jadi, pemilik barang ini sebenarnya orang-orang lapas. Yang ada disini adalah kaki tangannya," kata Kapolres Bogor AKBP Andi M. Dicky Pastika di Mapolres Bogor, Senin 19 Juni 2017.

Meski begitu, Dicky enggan menyebutkan napi dari lapas mana yang mengendalikan peredaran ganja. "Tidak saya sebutkan (nama LP)," kata dia.

Dicky menyebutkan, ganja yang disita dari IHM dan BTY berasal dari Aceh dan biasa diedarkan di Bogor dan Depok. Pelaku menjual barang haram tersebut seharga Rp3 juta per kilogram.

"Kami kenakan undang-undang narkotika, ancamannya sampai 20 tahun penjara," pungkas Dikcy.

Terakhir, Polres Bogor menangkap pengedar sabu berinisial IP, 29, pada 15 Juni 2017. Ia ditangkap di Desa Mekarsaei, Kecamatan Cileungsi dengan barang bukti sabu seberat 20,4 gram. (NIN )