Pemberontak FARC Janji Bayarkan Ganti Rugi Korban Konflik

Riyan Ferdianto | 03 Oktober 2016 03:24
Dokumen kesepakatan damai pemerintah Kolombia dengan pemberontak FARC, 26 September 2016. (Foto: AFP/EFRAIN HERRERA)
Dokumen kesepakatan damai pemerintah Kolombia dengan pemberontak FARC, 26 September 2016. (Foto: AFP/EFRAIN HERRERA)
Metrotvnews.com, Kolombia: Kelompok pemberontak Angkatan Bersenjata Revolusioner Kolombia (FARC) mengumumkan akan membayar ganti rugi korban konflik panjang selama 52 tahun, sebelum referendum perjanjian damai antara pemberontak dan pemerintah.

Seperti dilansir BBC, Senin (3/10/2016), FARC menyatakan aset mereka yang diperkirakan mencakup investasi tambang dan transportasi. Sisa dari konflik besar Perang Dingin ini sudah menewaskan 260 orang dan sekitar enam juta orang terusir dari rumahnya.

Senin 26 September lalu menjadi hari penandatanganan kesepakatan bersejarah antara pemberontak dan pemerintah. Pemimpin pemberontak Timoleon Jimenez, atau dikenal dnegan panggilan Timochenko, meminta maaf pada semua korban konflik.

Namun meski telah meminta maaf, kelompok gerilya tersebut berkeras bahwa mereka tidak punya uang untuk membayar kompensasi karena sumber-sumber keuangan mereka habis untuk membiayai perang.

Warga Kolombia melakukan pemungutan suara untuk menentukan apakah mereka akan menerima kesepakatan damai bersejarah tersebut sebelum bisa disahkan menjadi undang-undang.

Kritik yang muncul terhadap kesepakatan damai yang ditandatangani setelah empat tahun negosiasi ini mengatakan kelompok pemberontak akan menolak membayar kompensasi meski mereka punya sumber daya untuk melakukannya. 

Namun, pada akhirnya dalam pernyataan FARC mengatakan mereka akan membuka sumber daya keuangan dan nonmoneter yang telah membiayai aktivitas perang mereka pada pemerintah. FARC menjelaskan aset ini akan dilaporkan dalam periode 180 hari di mana pemberontak harus menyerahkan senjata. 

Pemerintah Kolombia mengatakan  para pemberontak memiliki lahan yang luas, termasuk peternakan sapi, toko-toko dan perusahaan konstruksi, yang membantu mencuci uang hasil dari perdagangan narkoba, penculikan dan pemerasan.
(SCI )