Jokowi Bakal Resmikan Rumah Relokasi Bencana Bagi Seribu KK

Riyan Ferdianto | 03 Oktober 2016 03:01
Presiden Joko Widodo (Poto: MI/Panca Syurkani)
Presiden Joko Widodo (Poto: MI/Panca Syurkani)
Metrotvnews.com, Manado: Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) direncanakan akan meresmikan rumah relokasi bencana bagi seribu kepala keluarga di Pandu, Sumatera Utara, yang menjadi korban banjir bandang, 13 Oktober mendatang.

"Presiden dijadwalkan mengunjungi lokasi perumahan relokasi bencana, sekaligus meresmikan pemakaiannya oleh para pemiliknya yang merupakan  korban bencana 15 Januari 2014," kata wali Kota Manado, Vicky Lumentut, Seperti dikutip Antara, Senin (3/10/2016)

Dia mengatakan, pihaknya terus memantau perkembangan pembangunan perumahan tersebut, agar dapat terselesaikan tepat pada waktunya, yakni hingga akhir 2016.

Menurut Lumentut hingga akhir pekan lalu, sudah sekitar 350 unit rumah yang dibangun, dari 420 unit yang sudah terundi dan resmi memiliki pemilik.  Sedangkan sisanya, 580 unit masih terus dicarikan lokasi yang pas, sehingga dapat dibangun dengan memperhatikan semua aspek mulai keamanan, fasilitas
umu sampai aksesisbiltas.

Dia berharap sampai tanggal 13 Oktober nanti, semua unit rumah yang akan dibangun, dapat diselesaikan seluruhnya, sehingga bisa digunakan oleh pemiliknya. 

Sesuai dengan ketentuan dari pusat, para korban yang berhak menempati tempat tinggal relokasi di Pandu adalah warga yang rumahnya rusak berat dan berjarak 15 meter dari dasar aliran sungai (DAS) atau di kawasan rawan bencana. 

Nilai bantuannya kata Lumentut, sebesar Rp40 juta, yang terdiri dari Rp30 juta untuk ongkos bahan dan sisanya Rp10 juta untuk biaya membayar tukang.

"Dengan nilai tersebut, kami berharap pembangunanya segera selesai, sebab nanti jika sudah ditempati, maka mereka pun akan dapat bantuan dari Kemensos," ujar dia.

Bantuan yang dimaksud lanjut Lumentut adalah uang senilai Rp3 juta yang ditujukan untuk membeli keperluan rumah tangga lainnya yang dibutuhkan pemilik rumah. (SUR )